Harga jahe merah tembus Rp100 ribu
Jumat, 6 Maret 2020 19:45 WIB
Harga jual jahe merah di Pasar Senen, Jakarta Pusat, dijual oleh pedagang empon-empon Rp40-100 ribu per kilogram, Jumat (06/03/2020) (ANTARA/Mochamad Firdaus)
Jakarta (ANTARA) - Harga jual jahe merah melonjak naik hingga Rp100 ribu per kilogram (kg) kg di Pasar Senen, Jakarta Pusat, menyusul positifnya dua warga negara Indonesia terpapar virus Corona awal pekan ini.
Pedagang sayur di Pasar Senen, Haerudin Mustafa, di Jakarta, Jumat, mengaku, sudah menjual empon-empon (bumbu dapur) dengan harga relatif tinggi karena banyaknya permintaan dari pembeli sedangkan pasokan dari Kramat Jati terbatas.
"Jahe merah Rp100 ribu per kg, awalnya Rp40 ribu, naik dari tiga hari lalu. Banyak yang beli, gak sesuai sama pasokan terus, katanya buat obat," kata Haerudin.
Temulawak pun dijual Haerudin dari harga normal Rp20 ribu naik menjadi Rp40 ribu per kg.
Sejumlah pembeli mengaku kepada Haerudin bahwa empon-empon seperti jahe, temulawak dan lainnya bagus untuk menjaga kesehatan sehingga diharapkan bisa menangkal virus Corona.
Pedagang sayur lain, Veni Gunawan, mengatakan, bahwa empon-empon paling ramai dicari dan dia membatasi pembelian komoditas itu maksimal satu kg.
"Empon-empon tuh yang lagi rame-ramenya, biasanya pelanggan beli dari 0,5 kg hingga satu kg," kata Veni.
Veni menjual jahe merah dengan harga relatif sedang meskipun ada kenaikan harga yakni Rp40 ribu per kg.
"Saya jual jahe merah Rp40 ribu per kg, naik Rp10 ribu," kata Veni sambil melayani pelanggan.
Agus Tami, mengungkapkan, bahwa penjualan jahe merah di tempatnya laku habis hampir tiga hingga empat kg.
"Jahe merah laku, sehari bisa habis hampir tiga sampe empat kg, udah dari dua hari lalu. Saya jual Rp55 ribu per kg," kata Agus.
Pedagang sayur di Pasar Senen, Haerudin Mustafa, di Jakarta, Jumat, mengaku, sudah menjual empon-empon (bumbu dapur) dengan harga relatif tinggi karena banyaknya permintaan dari pembeli sedangkan pasokan dari Kramat Jati terbatas.
"Jahe merah Rp100 ribu per kg, awalnya Rp40 ribu, naik dari tiga hari lalu. Banyak yang beli, gak sesuai sama pasokan terus, katanya buat obat," kata Haerudin.
Temulawak pun dijual Haerudin dari harga normal Rp20 ribu naik menjadi Rp40 ribu per kg.
Sejumlah pembeli mengaku kepada Haerudin bahwa empon-empon seperti jahe, temulawak dan lainnya bagus untuk menjaga kesehatan sehingga diharapkan bisa menangkal virus Corona.
Pedagang sayur lain, Veni Gunawan, mengatakan, bahwa empon-empon paling ramai dicari dan dia membatasi pembelian komoditas itu maksimal satu kg.
"Empon-empon tuh yang lagi rame-ramenya, biasanya pelanggan beli dari 0,5 kg hingga satu kg," kata Veni.
Veni menjual jahe merah dengan harga relatif sedang meskipun ada kenaikan harga yakni Rp40 ribu per kg.
"Saya jual jahe merah Rp40 ribu per kg, naik Rp10 ribu," kata Veni sambil melayani pelanggan.
Agus Tami, mengungkapkan, bahwa penjualan jahe merah di tempatnya laku habis hampir tiga hingga empat kg.
"Jahe merah laku, sehari bisa habis hampir tiga sampe empat kg, udah dari dua hari lalu. Saya jual Rp55 ribu per kg," kata Agus.
Pewarta : Edy Sujatmiko
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Koperasi di Gunung Mas tunjukkan perkembangan signifikan, tak lagi bergantung plasma
22 April 2026 16:33 WIB
Terpopuler - Perkebunan
Lihat Juga
Astra Agro dukung pembangunan berkelanjutan, tumbuh bersama masyarakat jadi fondasi utama
03 March 2026 21:02 WIB
TAPG perkuat pemberdayaan petani sawit lewat skema plasma satu atap di Sukamara
12 December 2025 6:41 WIB
China perkuat produksi "lumbung biji-bijian" dengan mesin tani modern di Heilongjiang
26 September 2025 14:01 WIB