Data pengguna bocor, keandalan Tokopedia dipertanyakan
Minggu, 3 Mei 2020 17:23 WIB
Pakar sebut 91 juta data bocor, Tokopedia jamin tak ada kebocoran data
Jakarta (ANTARA) - Terkait dengan kebocoran data pengguna Tokopedia, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mempertanyakan keandalan sistem IT Tokopedia.
"YLKI menduga sistem IT di Tokopedia tidak cukup andal sehingga gampang diretas oleh pihak lain," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, saat dihubungi Antara di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Pakar sebut 91 juta data bocor, Tokopedia jamin tak ada kebocoran data
Baca juga: Data 15 juta pengguna Tokopedia dikabarkan bocor
"Oleh karena itu, YLKI mendesak pihak Tokopedia untuk memberikan klarifikasi kepada publik terkait sistem atau teknologi yang dipakai dalam perlindungan data pribadi," Tulus melanjutkan.
Tidak hanya itu, dia juga mempertanyakan apakah sistem perlindungan data pribadi di Tokopedia digaransi oleh pihak ketiga atau tidak.
Selain itu, YLKI mempertanyakan berapa lapis sistem keamanan yang digunakan Tokopedia dalam melindungi data pribadi pengguna.
Baca juga: Tokopedia selidiki data pengguna yang bocor
"YLKI juga meminta pemerintah untuk turun tangan dalam kasus peretasan sistem IT di Tokopedia, guna memberikan perlindungan dan rasa aman konsumen," ujar Tulus.
Data 15 juta pengguna Tokopedia dikabarkan bocor, Sabtu malam (4/5). Dari pantauan Vaksin.com, menurut Alfons, data pengguna yang bocor bahkan melebihi dari angka tersebut, mencapai data 91 juta pengguna yang disebarkan dan dijual di dark web.
Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya, Minggu siang, Tokopedia memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran. Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit terjaga keamanannya.
"YLKI menduga sistem IT di Tokopedia tidak cukup andal sehingga gampang diretas oleh pihak lain," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, saat dihubungi Antara di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Pakar sebut 91 juta data bocor, Tokopedia jamin tak ada kebocoran data
Baca juga: Data 15 juta pengguna Tokopedia dikabarkan bocor
"Oleh karena itu, YLKI mendesak pihak Tokopedia untuk memberikan klarifikasi kepada publik terkait sistem atau teknologi yang dipakai dalam perlindungan data pribadi," Tulus melanjutkan.
Tidak hanya itu, dia juga mempertanyakan apakah sistem perlindungan data pribadi di Tokopedia digaransi oleh pihak ketiga atau tidak.
Selain itu, YLKI mempertanyakan berapa lapis sistem keamanan yang digunakan Tokopedia dalam melindungi data pribadi pengguna.
Baca juga: Tokopedia selidiki data pengguna yang bocor
"YLKI juga meminta pemerintah untuk turun tangan dalam kasus peretasan sistem IT di Tokopedia, guna memberikan perlindungan dan rasa aman konsumen," ujar Tulus.
Data 15 juta pengguna Tokopedia dikabarkan bocor, Sabtu malam (4/5). Dari pantauan Vaksin.com, menurut Alfons, data pengguna yang bocor bahkan melebihi dari angka tersebut, mencapai data 91 juta pengguna yang disebarkan dan dijual di dark web.
Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya, Minggu siang, Tokopedia memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran. Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit terjaga keamanannya.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telaah - Siapa paling bertanggung jawab atas kebocoran data lintas negara?
16 January 2026 15:48 WIB
Menbud dorong pemetaan talenta seni berbasis data untuk pengembangan budaya
12 January 2026 14:08 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Edisi terbatas, Yamaha buka order online MAX Special Livery dan TMAX TECHMAX
27 January 2026 10:47 WIB