Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, mulai mengoperasikan pusat isolasi untuk masyarakat yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

"Pusat isolasi yang berada di Asrama Haji Al Mabrur Palangka Raya kini mulai beroperasi dengan kapasitas awal yang disiapkan untuk 100 orang," kata Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Pelaksana Harian Emi Abriyani di Palangka Raya, Rabu.

Dia menerangkan, pusat isolasi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 terutama mereka yang tengah menunggu hasil uji swab.

Baca juga: Palangka Raya distribusikan 7.500 paket bahan makanan

"Jadi tidak semua yang kontak erat ditempatkan di pusat isolasi. Sementara hanya bagi mereka yang kontak erat dan tengah menunggu hasil swab. Hal itu untuk meminimalkan potensi penularan virus terhadap keluarga dan tetangga orang tersebut," kata Emi.

Meski demikian, yang menentukan seseorang akan ditempatkan di pusat isolasi yang disiapkan Pemerintah Kota Palangka Raya itu yakni tim deteksi dini dan tim kesehatan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota setempat.

"Intinya isolasi ini untuk meminimalkan penyebaran atau penularan COVID-19. Dengan berada di pusat isolasi kondisi orang bersangkutan akan dapat terpantau oleh tim baik dari sisi sosialisasi maupun kesehatan," kata Emi.

Baca juga: RSDS terbagi menjadi dua zona, masyarakat tak perlu ragu berobat

Pihaknya pun berharap nantinya masyarakat dapat mendukung seluruh upaya pemerintah dalam penanggulangan penyebaran COVID-19 termasuk adanya pusat isolasi itu.

"Pusat isolasi itu dilengkapi dengan jaringan wifi dan AC. Nantinya petugas juga akan menyiapkan keperluan logistik seperti makan dan perlengkapan lainnya. Pusat isolasi itu juga akan dilakukan penjagaan oleh aparat, pemantauan oleh dinas sosial dan dinas kesehatan," kata Emi.

Tak hanya itu, dalam rangka memastikan lokasi selalu dalam kondisi steril, maka secara berkala juga dilakukan penyemprotan cairan desinfektan.

Baca juga: Pasien kedua positif COVID-19 asal Gumas ternyata berdomisili di Palangka Raya

Sebelumnya Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya mengatakan pemusatan isolasi itu sebagai bagian dari upaya penanganan virus dari Wuhan, China itu.

"Pemusatan isolasi itu merupakan salah satu upaya pemerintah menekan penyebaran COVID-19. Melalui berbagai program yang telah disusun kami berharap jumlah ODP, PDP, OTG dan pasien positif COVID-19 dapat ditekan," kata Fairid.

Baca juga: DPRD Palangka Raya ingatkan ASN patuhi larangan mudik

Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Palangka Raya tambah 40 wastafel di ruang publik

Baca juga: Penerimaan pajak Palangka Raya diprediksikan akan menurun

Baca juga: Palangka Raya siapkan pembatasan sosial humanis di 10 kelurahan

Pewarta : Rendhik Andika
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024