Apple terapkan cara belanja baru pada toko yang akan dibuka
Rabu, 27 Mei 2020 9:51 WIB
Wa rga memakai masker pelindung menyusul penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) terlihat di sebuah Apple Store saat penjualan iPhone SE baru dimulai di Hangzhou, provinsi Zhejiang, China, Jumat (24/4/2020). (China Daily via REUTERS/pras/cfo)
Jakarta (ANTARA) - Apple Inc berencana membuka kembali sekitar 100 toko di Amerika Serikat, sambil menerapkan cara belanja yang mengikuti anjuran menjaga jarak fisik.
Dikutip dari laman Reuters, toko yang mneyediakan layanan di dalam toko, walk-in service akan menerapkan protokol kesehatan, antara lain mengecek suhu tubuh karyawan dan konsumen serta mewajibkan mereka menggunakan masker.
Apple akan memberikan masker jika mereka datang tanpa menggunakan alat pelindung diri tersebut. Jumlah orang yang bisa masuk ke dalam toko juga akan dibatasi sehingga layanan mungkin akan lebih lambat.
Menurut laporan Reuters, hanya beberapa toko yang akan menyediakan walk-in service, selebihnya hanya mengizinkan konsumen berbelanja dengan sistem curbside pickup, pembeli tidak bisa masuk ke toko.
Baca juga: Apple-Google umumkan teknologi pelacak kontak
Baca juga: China perketat kehadiran perusahaan teknologi AS
Apple menyusun rencana agar konsumen tetap bisa memegang produk yang dipajang, seperti dulu.
"Sepanjang hari, kami akan melakukan pembersihan menyeluruh terutama untuk bagian permukaan, produk yang dipajang dan area-area yang banyak dikunjungi,' kata pimpinan ritel Apple, Deirdre O'Brien, dalam keterangan untuk konsumen.
Apple sudah membuka kembali beberapa gerai di sejumlah negara bagian di AS, berdasarkan data lokal apakah mungkin kembali beroperasi selama pandemi virus corona.
Bulan ini, Apple antara lain sudah membuka kembali toko di Alabama, Idaho dan Alaska.
Sejak pandemi berlangsung, Apple sudah menutup toko mereka di China mulai Januari hingga Maret. Begitu virus merebak keluar China, Apple juga menutup toko-toko mereka di luar China mulai April, antara lain di Korea Selatan, wilayah Eropa dan Asia.
Dikutip dari laman Reuters, toko yang mneyediakan layanan di dalam toko, walk-in service akan menerapkan protokol kesehatan, antara lain mengecek suhu tubuh karyawan dan konsumen serta mewajibkan mereka menggunakan masker.
Apple akan memberikan masker jika mereka datang tanpa menggunakan alat pelindung diri tersebut. Jumlah orang yang bisa masuk ke dalam toko juga akan dibatasi sehingga layanan mungkin akan lebih lambat.
Menurut laporan Reuters, hanya beberapa toko yang akan menyediakan walk-in service, selebihnya hanya mengizinkan konsumen berbelanja dengan sistem curbside pickup, pembeli tidak bisa masuk ke toko.
Baca juga: Apple-Google umumkan teknologi pelacak kontak
Baca juga: China perketat kehadiran perusahaan teknologi AS
Apple menyusun rencana agar konsumen tetap bisa memegang produk yang dipajang, seperti dulu.
"Sepanjang hari, kami akan melakukan pembersihan menyeluruh terutama untuk bagian permukaan, produk yang dipajang dan area-area yang banyak dikunjungi,' kata pimpinan ritel Apple, Deirdre O'Brien, dalam keterangan untuk konsumen.
Apple sudah membuka kembali beberapa gerai di sejumlah negara bagian di AS, berdasarkan data lokal apakah mungkin kembali beroperasi selama pandemi virus corona.
Bulan ini, Apple antara lain sudah membuka kembali toko di Alabama, Idaho dan Alaska.
Sejak pandemi berlangsung, Apple sudah menutup toko mereka di China mulai Januari hingga Maret. Begitu virus merebak keluar China, Apple juga menutup toko-toko mereka di luar China mulai April, antara lain di Korea Selatan, wilayah Eropa dan Asia.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR tegaskan penyegelan toko perhiasan tak menyimpang dari arahan Presiden
17 February 2026 14:44 WIB
Melalui fitur AI di ponsel pintar, toko online dapat dikelola dengan mudah
25 November 2025 19:16 WIB
Dinkes beri penghargaan dua fasilitas Pelayanan Kefarmasian di Kapuas
15 February 2025 7:57 WIB, 2025
Pemilik apotek dan toko obat di Kapuas diedukasi peningkatan mutu pelayanan
12 February 2025 10:55 WIB, 2025
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Kemkomdigi umumkan tiga operator seluler ikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz
06 May 2026 18:13 WIB