Sampit (ANTARA) - Pamor emas putih yang terus meningkat, membuat kehadiran toko penjualan emas putih yang baru dibuka di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah langsung disebut warga.
"Sekarang banyak yang beralih ke emas putih karena nilainya juga tinggi, tapi tampilannya lebih elegan. Terlebih bagi remaja putri sekarang, rasanya lebih keren pakai emas putih dibanding emas kuning. Selain itu, emas putih juga bisa untuk investasi," kata Rina, salah seorang pengunjung PPM Sampit, Minggu.
Rina termasuk dari puluhan perempuan yang terlihat memadati Toko Mitra Baru 4 di lantai dasar PPM Sampit. Toko yang baru buka ini khusus menjual perhiasan berbahan emas putih.
Menurutnya, emas putih kini menjadi pilihan untuk dijadikan perhiasan maupun investasi logam mulia. Selain model dan gramasi perhiasannya yang semakin banyak, harga jual emas putih juga kini semakin bagus sehingga menjanjikan untuk investasi jangka panjang.
"Apalagi kini ada toko yang khusus menjual emas putih, jadi kita semakin mudah untuk membeli. Saya lihat modelnya juga semakin banyak. Gramasinya juga ada yang kecil, jadi bisa terjangkau bagi kita yang duitnya terbatas," kata Rina.
Sementara itu, pemilik Toko Mitra Baru 4, Atika Rahma mengatakan, keluarganya memutuskan membuka toko baru khusus menjual emas putih karena melihat minat pembeli emas putih yang terus meningkat.
"Semakin tahun-tahun ini peminat emas putih semakin banyak, makanya kami buka toko khusus emas putih supaya pembeli bisa lebih leluasa untuk memilih," katanya.
Toko Mitra Baru merupakan toko emas terbesar di Sampit. Kini toko yang dirintis H Darsani, orang tua Atika itu memiliki Toko Mitra Baru 1, Mitra Baru 2 dan Mitra Baru 3 yang menjual emas kuning, sedangkan Mitra Baru 4 dikhususkan menjual emas putih.
Atika menjelaskan, peningkatan penjualan emas putih terjadi sejak dua tahun terakhir. Seperti halnya emas kuning, harga emas putih juga mengalami kenaikan dan berfluktuasi mengikuti perkembangan harga di pasaran.
"Bahkan jika kita bandingkan dengan emas kuning dengan kadar yang sama, harga emas putih ini lebih tinggi," timpalnya.
Baca juga: Pengembangan Koperasi Merah Putih di Kotim hadapi kendala lahan
Saat ini harga emas putih muda atau kadar 375 dijual Rp1.190.000 per gram, sedangkan emas putih tua atau kadar 750 dijual Rp2 juta per gram. Mereka menjual perhiasan emas putih dengan gramasi mulai di bawah 1 gram hingga di atas 100 gram.
Terus meningkatnya minat masyarakat membeli perhiasan emas putih tidak terlepas dari langkah produsen atau pabrik perhiasan emas putih yang semakin banyak mengeluarkan model baru sehingga semakin banyak pilihan.
Untuk gramasi satu gram saja, saat ini sudah banyak variasi perhiasannya sehingga masyarakat banyak berpindah ke emas putih karena terjangkau dan semakin banyak pilihannya.
Untuk investasi pun, emas putih bisa dijadikan pilihan karena harganya yang juga tinggi. Pembeli bisa membeli perhiasan emas putih untuk dipakai maupun disimpan sebagai investasi untuk jangka panjang, khususnya untuk emas putih kadar 750.
"Bagi warga yang ingin menjual lagi, emas putih kadar 750 juga kami ikutkan dengan harga pasaran yang berlaku saat itu. Jadi kalau harganya naik berlipat-lipat maka akan kami beli dengan harga terbaru yang naik itu. Emas kuning maupun putih kita beli sesuai dengan logam mulia atau perhiasan," ujar Atika.
Setiap bulan ada saja model baru perhiasan emas putih dengan gramasi bervariasi sehingga pembeli bisa menyesuaikan dengan kemampuan keuangan mereka.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pembeli, selama tiga hari promo pembukaan ini mereka menyiapkan berbagai suvenir seperti penanak nasi, sandal, tas, jilbab dan lainnya. Bahkan khusus hari pertama, warga yang membeli perhiasan emas putih dengan berat minimal 50 gram, diberi hadiah berupa telepon seluler.
Atika menyebut, selama ini penjualan perhiasan emas putih di toko mereka dalam sehari rata-rata lebih dari 100 gram. Dia memprediksi emas putih akan semakin diminati karena semakin dikenal masyarakat.
"Apalagi beberapa bulan lagi memasuki bulan suci Ramadhan, makanya kami persiapkan dengan membuka toko karena biasanya saat Ramadhan itu penjualan emas putih itu semakin meningkat," demikian Atika.
Baca juga: DPRD Kotim ingatkan pemerintah daerah fokus skala prioritas
Baca juga: Legislator Kotim dorong penguatan moderasi beragama di HAB ke-80
Baca juga: DPRD Kotim sebut evaluasi akhir tahun modal untuk perbaikan pembangunan
