Sampit (ANTARA) - Puluhan warga yang memadati kantor Bank Kalteng Cabang Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, bukan hanya mereka yang akan mencairkan bantuan, tetapi tidak sedikit pula merupakan warga yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial terdampak COVID-19.

"Saya diberi fotokopi formulir dan katanya bisa mendapat bantuan di bank dengan membawa KTP dan kartu keluarga, ternyata tidak bisa. Katanya, nama saya tidak ada terdaftar sebagai penerima bantuan itu," kata Mappiara, warga Sampit saat di Bank Kalteng, Jumat.

Warga Kecamatan Baamang itu terlihat sedih setelah mengetahui namanya tidak terdaftar sebagai penerima. Oleh petugas, pria 55 tahun yang bekerja sebagai tukang kayu ini disarankan melapor ke Dinas Sosial agar didata dan diusulkan sebagai penerima bantuan tahap berikutnya.

Mappiara sangat berharap bisa mendapatkan bantuan Rp500.000 itu, apalagi banyak tetangganya yang menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tersebut. Dia mengaku belum ada menerima bantuan sehingga baginya akan sangat berarti jika dapat bantuan tersebut.

Selain Mappiara, ada beberapa warga yang bernasib sama. Mereka harus pulang dengan kecewa karena nama mereka tidak terdaftar sebagai penerima bantuan.

Pantauan di kantor Bank Kalteng di Jalan Achmad Yani, warga antre untuk mencairkan bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Tengah tersebut. Mereka adalah warga yang namanya sudah dipastikan masuk dalam daftar penerima bantuan.

Untuk mengatur antrean, polisi pun turun tangan membantu. Banyaknya warga yang mendatangi bank milik pemerintah daerah tersebut membuat lalu lintas di jalan di dua sisi kantor bank itu menjadi padat.

Manajemen Bank Kalteng yang diwakili Pemimpin Bidang Layanan dan Administrasi Sufiansyah Seno mengatakan, pihaknya hanya menyalurkan bantuan tersebut, sedangkan masalah pendataan merupakan kewenangan pemerintah daerah.

Terkait formulir yang beredar, dia menyebut formulir tersebut khusus untuk warga yang sudah sudah terdaftar sebagai calon penerima. Pihaknya tidak mengira kalau ternyata formulir itu digandakan dan beredar di masyarakat sehingga ada warga yang tidak terdaftar juga datang membawa formulir tersebut.

Baca juga: Penumpang dan ABK jalani rapid test di Pelabuhan Sampit

"Mungkin pemahaman masyarakat salah. Penerima sudah ada daftarnya. Tidak ada pembagian di tengah jalan karena semua sesuai daftar nama yang sudah ada," katanya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengucurkan dana sebesar Rp90.373.500.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi ini untuk bantuan sosial untuk 180.747 warga terdampak COVID-19.

Gubernur H Sugianto Sabran secara simbolis menyerahkan bantuan untuk warga Kabupaten Kotawaringin Timur di Sampit, Kamis (28/5). Melalui bantuan ini, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat bantuan Rp500.000 yang disalurkan melalui Bank Kalteng.

Kabupaten Kotawaringin Timur mendapatkan bantuan sosial untuk 20.986 kepala keluarga dengan nilai total Rp10.493.000.000. Jumlah ini cukup besar karena penduduk di kabupaten ini memang merupakan yang terbanyak di Kalimantan Tengah.

"Kalau ada warga yang terdata, silakan didata. Mudah-mudahan bisa kita upayakan pada penyaluran bantuan berikutnya," demikian Sugianto saat di Sampit.

Baca juga: Dua hasil rapid test di Pasar Subuh Sampit reaktif COVID-19

Baca juga: Polisi sisir warga Kotim belum terima bantuan sembako


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024