Sampit (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah memasang jerat di parit irigasi Handil Sohor Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan untuk menangkap buaya yang selama ini menyerang sejumlah warga setempat.

"Hari ini kami memasang dua set jerat buaya. Untuk mempercepat proses penangkapan buaya, rencananya kami akan memasang dua buah jerat buaya lagi," kata Komandan Jaga BKSDA Pos Sampit, Muriansyah di Sampit, Minggu.

Kemunculan buaya di kawasan ini sudah meresahkan warga karena dinilai sangat membahayakan. Warga semakin khawatir karena binatang buas itu semakin sering muncul sehingga warga melaporkannya ke BKSDA.

Informasi warga, selama 2020 ini telah terjadi enam kali serangan buaya. Dari kejadian itu, satu orang luka pada bagian tangan, sedangkan lainnya selamat tanpa luka.

Menindaklanjuti laporan tersebut tim dari BKSDA melakukan observasi di lokasi kemunculan dan serangan buaya. Mereka menemui warga dan perangkat desa untuk menggali informasi terkait kemunculan dan serangan buaya.

Petugas juga memberikan penjelasan tentang perilaku buaya dan bahayanya serangan satwa liar tersebut. Warga diimbau untuk berhati-hati saat beraktivitas di sungai agar tidak sampai menjadi korban serangan buaya.

Baca juga: Partisipasi pemilih pilkada Kotim diharapkan tidak menurun

Buaya tersebut diduga kelaparan akibat cadangan makanan di habitatnya semakin sulit didapat. Akibatnya, buaya mencari makanan hingga ke perairan dekat permukiman penduduk, bahkan sampai masuk ke parit irigasi.

Selain meningkatkan kewaspadaan, warga juga diingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat atau berpotensi memicu kemunculan buaya, seperti meletakkan ternak atau hewan peliharaan di dekat sungai karena bisa menjadi incaran buaya lapar tersebut.

"Warga juga kami minta jangan membuang bangkai binatang ke parit irigasi karena itu akan mengundang buaya datang ke lokasi tersebut. Bangkai binatang itu bisa menjadi makanan bagi buaya sehingga dia akan datang terus," kata Muriansyah.

Muriansyah berharap buaya tersebut berhasil ditangkap dengan cara pemasangan jerat tersebut. Selanjutnya nanti buaya yang tertangkap akan dilepasliarkan di hutan yang merupakan habitat asli biaya sehingga tidak lagi muncul dan menyerang warga.

Baca juga: Laju abrasi Pantai Ujung Pandaran perlu dikaji

Baca juga: Pemkab Kotim siapkan perbup normal baru

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024