Jakarta (ANTARA) - Studi menunjukkan bahwa dehidrasi dapat mengganggu fungsi kognitif dan memengaruhi suasana hati seseorang

Padahal fungsi kognitif memegang peranan penting dalam mengatur persepsi, cara berpikir, kemampuan mengingat dan merasakan emosi.

“75 persen otak manusia terdiri dari air, apabila tubuh kehilangan sedikitnya 2 persen saja dari jumlah total air dalam tubuh, hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh kita, termasuk otak," ujar Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), dalam siaran resmi Aqua, Jumat.

Diana menjelaskan, bila fungsi kognitif dan mood yang terganggu, konsentrasi mudah menurun, mudah mengantuk dan lelah, serta lebih mudah merasa cemas dan tegang.

Baca juga: Patah hati di tengah pandemi corona? Begini cara mengatasinya

Diana menekankan pentingnya menjaga asupan air minum agar tetap terhidrasi. Dia menjabarkan, 28 persen orang dewasa dan 21-22 persen anak serta remaja di Indonesia masih belum memenuhi kebutuhan hidrasi.

Pada dasarnya, orang dewasa yang sehat dan aktif butuh sekitar 2 liter air setiap hari.

"Untuk memastikan aliran nutrisi dan hidrasi yang cukup guna menjaga fungsi fisiologis tubuh, sebaiknya kita mengawali dan mengakhiri hari dengan minum air. Minumlah air secara berkala dan sebelum gejala dehidrasi muncul, seperti rasa haus.”

Praktisi Mindfulness dan Emotional Healing Adjie Santosoputro turut menyampaikan pentingnya untuk menyeimbangkan asupan air dan nutrisi, serta mengelola pikiran dengan baik untuk mengurangi rasa cemas berlebihan.

Baca juga: Kembang gula bantu jaga suasana hati saat pandemi

“Pada prinsipnya, sebelum mengolah jiwa, kita tentu perlu memenuhi semua kebutuhan dasar fisik terlebih dahulu. Jika tubuh mengalami ketidakseimbangan, seperti dehidrasi, maka kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk kondisi emosional tentu terganggu,” ujar Adjie.

Adjie menyampaikan ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan rasa cemas, salah satunya dengan memahami konsep "mindfulness".

"Mindfulness" adalah melatih pikiran agar sadar secara penuh dan hadir secara utuh di sini-kini. Tubuh di sini, pikiran juga beristirahat di sini, bukan mengembara ke masa depan.

“Menjadi mindful akan membantu kita tidak hanya meningkatkan fokus pikiran dan menjaga emosi, tapi juga menciptakan hidup yang lebih bahagia dan tenang,” jelas dia.

Baca juga: 'Mood booster' yang ampuh usir 'bad mood'

Baca juga: Benarkah berat badan menurun saat patah hati?

Baca juga: Tips ampuh ambil hati calon mertua

Pewarta : Nanien Yuniar
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024