Jam 9 pagi jadi waktu terbaik untuk?
Jumat, 3 Juli 2020 15:03 WIB
Ilustrasi anak berjemur di bawah sinar matahari. (Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Dokter anak sekaligus anggota IDAI Jaya, Margareta Komalasari menyarankan anak-anak bisa berjemur di bawah sinar matahari langsung sebelum jam 9 pagi.
"Perlindungan anak dari luar dan dalam tubuh anak. Perlindungan dari luar, anak harus tetap aktif bergerak sesuai usia minimal satu jam per hari dan tetap berjemur untuk dapatkan asupan vitamin. di bawah jam 9 tidak masalah untuk direct exposure sekitar 15 menit," kata dia dalam talk show media via daring, Jumat.
Setelah pukul 10.00 hingga 14.00 ada risiko sinar matahari langsung membuat kulit anak menjadi kemerahan hingga sun burn, sehingga sebaiknya anak tidak terpapar langsung sinar matahari.
Baca juga: Kenali tanda-tanda tubuh kurang kena sinar matahari
"Pukul 10-14.00 tidak usah lama-lama, bisa sunburn, kulit kemerahan, tidak usah direct exposure, di teras saja sudah bisa dapatkan manfaat (untuk tulang dan kulit)," tutur Margareta.
Saat anak harus keluar rumah, salah satunya berolahraga sebaiknya ajarkan dia menerapkan pedoman kesehatan di masa transisi normal baru seperti mengenakan masker atau pelindung wajah, menjaga jarak fisik dan sosial, lalu rajin mencuci tangan usai berkegiatan.
Sebenarnya, anak-anak cenderung belum memahami konsep menjaga jarak. Anda bisa mengajarkan mereka tentang konsep ini dengan cara yang mudah dipahami misalnya melalui video.
Margareta mengingatkan para orang tua tidak luput memperhatikan tumbuh kembang anak termasuk asupan nutrisinya.
"Perlindungan anak dari dalam tubuh yakni memberikan asupan nutrisi lengkap dan bergizi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan usia, kalau tidak lengkap bisa berikan multivitamin mulai dari A sampai E untuk menjaga keseimbangan nutrisi anak," tutur dia.
Baca juga: Waktu ideal untuk anak berjemur
Baca juga: Inilah waktu berjemur yang baik sesuai imbauan BMKG
Baca juga: Berjemur dan kurangi rokok untuk cegah kanker
"Perlindungan anak dari luar dan dalam tubuh anak. Perlindungan dari luar, anak harus tetap aktif bergerak sesuai usia minimal satu jam per hari dan tetap berjemur untuk dapatkan asupan vitamin. di bawah jam 9 tidak masalah untuk direct exposure sekitar 15 menit," kata dia dalam talk show media via daring, Jumat.
Setelah pukul 10.00 hingga 14.00 ada risiko sinar matahari langsung membuat kulit anak menjadi kemerahan hingga sun burn, sehingga sebaiknya anak tidak terpapar langsung sinar matahari.
Baca juga: Kenali tanda-tanda tubuh kurang kena sinar matahari
"Pukul 10-14.00 tidak usah lama-lama, bisa sunburn, kulit kemerahan, tidak usah direct exposure, di teras saja sudah bisa dapatkan manfaat (untuk tulang dan kulit)," tutur Margareta.
Saat anak harus keluar rumah, salah satunya berolahraga sebaiknya ajarkan dia menerapkan pedoman kesehatan di masa transisi normal baru seperti mengenakan masker atau pelindung wajah, menjaga jarak fisik dan sosial, lalu rajin mencuci tangan usai berkegiatan.
Sebenarnya, anak-anak cenderung belum memahami konsep menjaga jarak. Anda bisa mengajarkan mereka tentang konsep ini dengan cara yang mudah dipahami misalnya melalui video.
Margareta mengingatkan para orang tua tidak luput memperhatikan tumbuh kembang anak termasuk asupan nutrisinya.
"Perlindungan anak dari dalam tubuh yakni memberikan asupan nutrisi lengkap dan bergizi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan usia, kalau tidak lengkap bisa berikan multivitamin mulai dari A sampai E untuk menjaga keseimbangan nutrisi anak," tutur dia.
Baca juga: Waktu ideal untuk anak berjemur
Baca juga: Inilah waktu berjemur yang baik sesuai imbauan BMKG
Baca juga: Berjemur dan kurangi rokok untuk cegah kanker
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Oppo uji coba sensor kamera depan 100 MP berbentuk persegi untuk ponsel terbaru
09 May 2026 0:29 WIB
Pertamina diminta jelaskan kondisi BBM untuk redam kepanikan warga Palangka Raya
08 May 2026 14:00 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Reza Rahadian ungkap ketertarikan perankan film bertema sosial dan kemanusiaan
07 May 2026 19:14 WIB