Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah H Supian Hadi menegaskan, pengisian jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten setempat didasarkan pada kebutuhan untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah.

"Ini memang sesuai kebutuhan. Semua dilaksanakan sesuai aturan. Pelantikan ini merupakan hasil seleksi terbuka pada 2019 lalu," kata Supian Hadi di Sampit, Selasa.

Supian melantik dan memimpin pengambilan sumpah janji pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Acara dihadiri Wakil Bupati HM Taufiq Mukri dan Ketua DPRD Kotawaringin Timur Rinie.

Empat pejabat eselon IIB yang dilantik adalah Muhammad Fuad Sidiq menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ramadansyah menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Wim RK Benung menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik serta Rusnah menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotawaringin Timur.

Selain itu, juga dilantik dan diambil sumpah janji sebanyak 420 pejabat fungsional. Mereka terdiri dari tenaga kesehatan 91 orang, guru 326 orang, analis kepegawaian satu orang serta pengelola barang dan jasa 2 orang.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji dilaksanakan di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kotawaringin. Empat pejabat eselon II B dilantik secara langsung, sedangkan 420 pejabat fungsional diwakili dua orang, sedangkan sisanya mengikuti dari sejumlah tempat melalui konferensi video.

Baca juga: Ketua DPRD Kotim berharap pejabat baru mampu tingkatkan kinerja pemkab

Supian mengatakan, masih ada jabatan yang akan diisi, serta kemungkinan mutasi. Namun semua tergantung perkembangan di lapangan.

"Saya berharap pejabat yang dilantik bisa segera beradaptasi sehingga dapat bekerja maksimal. Pandemi COVID-19 yang masih terjadi membuat kita harus bekerja keras dalam melayani masyarakat di tengah kondisi keterbatasan yang ada," ujar Supian.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kotawaringin Timur Alang Arianto mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah janji kali ini diprioritaskan untuk jabatan yang dianggap mendesak untuk segera memiliki pejabat definitif.

"Masih ada jabatan yang belum diisi pejabat definitif. Makanya sesuai pidato Pak Bupati tadi, kemungkinan akan ada pelantikan lain untuk gelombang berikutnya," ujar Alang.

Alang meyakinkan bahwa proses yang dijalankan sudah sesuai aturan. Semua berharap agar para pejabat yang dilantik bisa bekerja maksimal dalam membantu melayani masyarakat.

Baca juga: Masyarakat Kotim diminta jangan saling melecehkan hanya karena pilkada

Baca juga: Bupati Kotim salut tenaga kesehatan tetap bersemangat meski ada terjangkit COVID-19


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024