Kurangi risiko kanker usus dengan konsumsi kol dan brokoli
Selasa, 1 September 2020 14:14 WIB
Ilustrasi kol (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Konsumsi sayuran seperti brokoli, kale dan kubis dapat membantu mengurangi risiko kanker usus, ungkap peneliti dari Francis Crick Institute, London.
Dalam jurnal Immunity, peneliti menemukan bahwa sayuran-sayuran itu mengandung bahan kimia anti-kanker ketika dicerna tubuh.
Zat kimia yang dikenal sebagai Indole-3-carbinol diproduksi ketika Anda mengunyah sayuran ini. Asam di dalam lambung menyebabkan perubahan bahan kimia yang kemudian membantu dalam mengendalikan sel-sel induk yang menghasilkan lapisan usus.
"Pastikan sayuran ini tidak dimasak terlalu matang," kata Dr Gitta Stockinger.
Baca juga: Konsumsi yogurt berpotensi kurangi risiko terkena kanker usus
Sama seperti kulit, permukaan usus juga secara konstan beregenerasi. Prosesnya memakan waktu empat hingga lima hari. Namun, proses ini perlu dipantau dan dikendalikan karena dapat menyebabkan peradangan usus atau kanker.
Berdasaran studi, tikus-tikus yang menjadi bahan percobaan terlindungi dari kanker ketika mereka diberi diet tinggi di indole-3-carbinol.
Tanpa diberi indole-3-carbinol ini, sel-sel usus terbagi tak terkendali sehingga meningkatkan risiko kanker. Demikian seperti dilansir Indian Express.
Baca juga: Kanker usus besar bisa dicegah dengan yogurt
Baca juga: Ternyata ini faktor risiko utama kanker usus
Baca juga: Kurangi risiko kanker usus besar dengan minum kopi
Dalam jurnal Immunity, peneliti menemukan bahwa sayuran-sayuran itu mengandung bahan kimia anti-kanker ketika dicerna tubuh.
Zat kimia yang dikenal sebagai Indole-3-carbinol diproduksi ketika Anda mengunyah sayuran ini. Asam di dalam lambung menyebabkan perubahan bahan kimia yang kemudian membantu dalam mengendalikan sel-sel induk yang menghasilkan lapisan usus.
"Pastikan sayuran ini tidak dimasak terlalu matang," kata Dr Gitta Stockinger.
Baca juga: Konsumsi yogurt berpotensi kurangi risiko terkena kanker usus
Sama seperti kulit, permukaan usus juga secara konstan beregenerasi. Prosesnya memakan waktu empat hingga lima hari. Namun, proses ini perlu dipantau dan dikendalikan karena dapat menyebabkan peradangan usus atau kanker.
Berdasaran studi, tikus-tikus yang menjadi bahan percobaan terlindungi dari kanker ketika mereka diberi diet tinggi di indole-3-carbinol.
Tanpa diberi indole-3-carbinol ini, sel-sel usus terbagi tak terkendali sehingga meningkatkan risiko kanker. Demikian seperti dilansir Indian Express.
Baca juga: Kanker usus besar bisa dicegah dengan yogurt
Baca juga: Ternyata ini faktor risiko utama kanker usus
Baca juga: Kurangi risiko kanker usus besar dengan minum kopi
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ahli ungkap cara bantu otak dan usus membatasi asupan makanan dengan diet kalori
08 December 2025 13:12 WIB
Berikut jenis makanan yang bantu kesehatan usus saat mengonsumsi antibiotik
16 February 2025 11:17 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
PJB perlu ditangani sejak dini demi mencegah risiko komplikasi kelainan paru-paru
12 February 2026 16:28 WIB