Pemkab Seruyan tetapkan status darurat banjir
Jumat, 11 September 2020 13:54 WIB
Salah seorang warga Desa Ayawan, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan saat mengungsikan peralatan rumah tangga, Kamis (10/9/2020).ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Kuala Pembuang (ANTARA) - Bupati Seruyan, Kalimantan Tengah, Yulhaidir menyatakan hasil dari rapat forum koordinasi pimpinan daerah serta melihat kondisi di lapangan, maka diputuskan untuk menetapkan status tanggap darurat banjir.
Berdasarkan data yang ada dalam kurun waktu 15 tahun, banjir kali ini paling besar terjadi di beberapa Kecamatan di wilayah ini, kata Yulhaidir di Kuala Pembuang, Jumat.
"Banyak rumah yang tenggelam, ternak mati, ladang, kebun serta persawahan tenggelam akibat banjir," beber dia.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan itu pun menginstruksikan Camat dan Kepala Desa agar segera mendata rumah warga yang memang benar-benar tenggelam. Dan, instansi lainnya harus ikut bertindak secara bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak banjir.
Dia mengatakan untuk kesehatan masyarakat secara umum belum ada keluhan, tapi yang jelas masyarakat saat ini sedang mengalami musibah akibat banjir tersebut seperti basah kasurnya sofa kursi dan barang elektronik rusak. Hat tersebut yang membuat prihatin, makanya dalam waktu dekat ini akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Banjir melanda dua kecamatan di Kotim
"Saya juga sudah meminta kepada dinas kesehatan segera menurunkan tim medis ke tempat warga yang terdampak banjir dengan melibatkan tenaga kesehatan di Puskesmas dan Pustu," kata Yulhaidir.
Dia mengaku sangat prihatin dengan keadaan masyarakat yang terdampak banjir. Untuk itu, Pemkab Seruyan dalam waktu dekat akan mmemberikan bantuan sembako, berupa beras cadangan kepada masyarakat yang mengalami musibah kebanjiran.
"Kami mengutamakan penyaluran bantuan tersebut di kecamatan Suling Tambun, Seruyan Hulu, Seruyan Tengah, Batu Ampar, Danau Seluluk," kata Yulhaidir.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan Agung Sulistyo mengatakan, banjir kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, berdasarkan data yang masuk ada 35 desa yang terdampak banjir di berbagai kecamatan dan ini kemungkinan akan bertambah.
"Dari data 35 desa itu kemungkinan akan bertambah, karena berdasarkan laporan di lapangan debit air masih tinggi," demikian Agung.
Baca juga: BPBD Lamandau tinjau daerah terdampak banjir
Baca juga: BPBD tinjau lapangan, akses jalur darat terhambat akibat banjir
Berdasarkan data yang ada dalam kurun waktu 15 tahun, banjir kali ini paling besar terjadi di beberapa Kecamatan di wilayah ini, kata Yulhaidir di Kuala Pembuang, Jumat.
"Banyak rumah yang tenggelam, ternak mati, ladang, kebun serta persawahan tenggelam akibat banjir," beber dia.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan itu pun menginstruksikan Camat dan Kepala Desa agar segera mendata rumah warga yang memang benar-benar tenggelam. Dan, instansi lainnya harus ikut bertindak secara bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak banjir.
Dia mengatakan untuk kesehatan masyarakat secara umum belum ada keluhan, tapi yang jelas masyarakat saat ini sedang mengalami musibah akibat banjir tersebut seperti basah kasurnya sofa kursi dan barang elektronik rusak. Hat tersebut yang membuat prihatin, makanya dalam waktu dekat ini akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Banjir melanda dua kecamatan di Kotim
"Saya juga sudah meminta kepada dinas kesehatan segera menurunkan tim medis ke tempat warga yang terdampak banjir dengan melibatkan tenaga kesehatan di Puskesmas dan Pustu," kata Yulhaidir.
Dia mengaku sangat prihatin dengan keadaan masyarakat yang terdampak banjir. Untuk itu, Pemkab Seruyan dalam waktu dekat akan mmemberikan bantuan sembako, berupa beras cadangan kepada masyarakat yang mengalami musibah kebanjiran.
"Kami mengutamakan penyaluran bantuan tersebut di kecamatan Suling Tambun, Seruyan Hulu, Seruyan Tengah, Batu Ampar, Danau Seluluk," kata Yulhaidir.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan Agung Sulistyo mengatakan, banjir kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, berdasarkan data yang masuk ada 35 desa yang terdampak banjir di berbagai kecamatan dan ini kemungkinan akan bertambah.
"Dari data 35 desa itu kemungkinan akan bertambah, karena berdasarkan laporan di lapangan debit air masih tinggi," demikian Agung.
Baca juga: BPBD Lamandau tinjau daerah terdampak banjir
Baca juga: BPBD tinjau lapangan, akses jalur darat terhambat akibat banjir
Pewarta : Radianor
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komitmen membangun daerah, PT Indotruba Tengah serahkan bantuan melalui program CSR
08 April 2026 16:05 WIB
Mantan Kadiskominfo Seruyan jalani sidang perdana terkait dugaan korupsi internet
18 December 2025 23:17 WIB
Kejati Kalteng limpahkan dua tersangka korupsi internet Seruyan ke Pengadilan
05 December 2025 14:51 WIB
Legislator Kalteng sebut kerusakan jalan di wilayah Seruyan memprihatinkan
13 November 2025 21:47 WIB
Penangkapan Kadis Kominfo Seruyan terkait dugaan korupsi internet Rp1,5 miliar
23 October 2025 22:44 WIB
Dugaan korupsi internet Rp1,5 miliar, Kadis Kominfo Seruyan ditangkap Kejati Kalteng
23 October 2025 18:59 WIB
DPRD Kalteng minta pemerintah optimalkan pengembangan pariwisata di Kotim dan Seruyan
21 October 2025 15:57 WIB
Terpopuler - Seruyan
Lihat Juga
Komitmen membangun daerah, PT Indotruba Tengah serahkan bantuan melalui program CSR
08 April 2026 16:05 WIB
OJK-Pemkab Seruyan tingkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang keuangan syariah
19 September 2025 7:32 WIB
Kapolres Seruyan cari akar permasalahan pencurian sawit di perusahaan
30 January 2025 16:54 WIB, 2025
Kembali gelar reses, DPRD Seruyan serap aspirasi pembangunan di Sungai Perlu
23 January 2025 13:39 WIB, 2025