Twitter 'down' pagi ini bukan karena diretas
Jumat, 16 Oktober 2020 10:26 WIB
Ilustrasi tampilan aplikasi Twitter (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Twitter sempat mengalami gangguan, dengan sejumlah pengguna melaporkan masalah tersebut, namun perusahaan media sosial menyebut tidak ada bukti peretasan.
"Kami mengalami beberapa masalah dengan sistem internal kami dan tidak memiliki bukti adanya pelanggaran keamanan atau peretasan," cuit @TwitterSupport, Jumat pagi.
Baca juga: Cuitan Trump soal 'kebal corona' disebut langgar aturan platform Twitter
Pantauan Antara dari laman Down Detector, laporan gangguan penggunaan sosial media tersebut muncul sejak sekitar Jumat, pukul 04.15 WIB, dengan jumlah 150 laporan.
Kurva laporan meningkat drastis, dan mencapai puncaknya pada pukul 04.45 WIB dengan jumlah 55.984 laporan. Dari peta Down Detector, gangguan terpantau dialami hampir seluruh wilayah di dunia.
Baca juga: Twitter tandai cuitan Trump karena dianggap sesat
Pada pukul 06.16 WIB, Twitter lewat akun @TwitterSupport mengatakan sedang berusaha mengatasi gangguan tersebut.
Twitter telah kembali normal, dengan kurva gangguan terpantau mulai melandai sejak pukul 07.00 WIB, dengan jumlah 2.752 laporan.
Melalui web API status Twitter, pukul 07.11 WIB, perusahaan media sosial, yang sempat mengalami peretasan besar-besaran pada pertengahan tahun, itu mengatakan bahwa gangguan telah teratasi.
"Kami terus memantau masalah tersebut, dan semuanya tampak telah kembali normal," ujar Twitter.
Baca juga: Unggahan Trump di Facebook dan Twitter dihapus unggahan karena hoaks
Baca juga: Twitter kembangkan sistem baru untuk lawan misinformasi
Baca juga: Twitter uji coba fitur 'baca sebelum berbagi'
"Kami mengalami beberapa masalah dengan sistem internal kami dan tidak memiliki bukti adanya pelanggaran keamanan atau peretasan," cuit @TwitterSupport, Jumat pagi.
Baca juga: Cuitan Trump soal 'kebal corona' disebut langgar aturan platform Twitter
Pantauan Antara dari laman Down Detector, laporan gangguan penggunaan sosial media tersebut muncul sejak sekitar Jumat, pukul 04.15 WIB, dengan jumlah 150 laporan.
Kurva laporan meningkat drastis, dan mencapai puncaknya pada pukul 04.45 WIB dengan jumlah 55.984 laporan. Dari peta Down Detector, gangguan terpantau dialami hampir seluruh wilayah di dunia.
Baca juga: Twitter tandai cuitan Trump karena dianggap sesat
Pada pukul 06.16 WIB, Twitter lewat akun @TwitterSupport mengatakan sedang berusaha mengatasi gangguan tersebut.
Twitter telah kembali normal, dengan kurva gangguan terpantau mulai melandai sejak pukul 07.00 WIB, dengan jumlah 2.752 laporan.
Melalui web API status Twitter, pukul 07.11 WIB, perusahaan media sosial, yang sempat mengalami peretasan besar-besaran pada pertengahan tahun, itu mengatakan bahwa gangguan telah teratasi.
"Kami terus memantau masalah tersebut, dan semuanya tampak telah kembali normal," ujar Twitter.
Baca juga: Unggahan Trump di Facebook dan Twitter dihapus unggahan karena hoaks
Baca juga: Twitter kembangkan sistem baru untuk lawan misinformasi
Baca juga: Twitter uji coba fitur 'baca sebelum berbagi'
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkominfo tegaskan media sosial X wajib ikuti aturan terkait konten asusila
07 June 2024 9:18 WIB, 2024
Mantan pegawai Twitter kembangkan platform perangkum berita berbasis AI
27 February 2024 19:39 WIB, 2024
Media sosial X perluas fitur panggilan audio dan video ke semua pengguna
25 February 2024 14:54 WIB, 2024
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Komdigi luncurkan program penguatan kompetensi keamanan siber bagi generasi muda
01 February 2026 15:04 WIB
Google hentikan fitur pemutaran latar belakang YouTube untuk pengguna gratis
01 February 2026 13:43 WIB