Sampit (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Pardamean Gultom optimistis perekonomian di kawasan seberang yang meliputi Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut, akan meningkat dengan terbukanya akses jalan darat.

"Selama ini karena belum ada akses jalan sehingga perkembangannya lambat. Kini dengan mulai dibukanya jalan, aktivitas perekonomian masyarakat di kawasan tersebut akan meningkat," kata Gultom di Sampit, Kamis.

Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut merupakan dua kecamatan yang terisolasi padahal letaknya berseberangan dengan pusat kota. Kecamatan ini dipisahkan oleh Sungai Mentaya yang membelah dari daratan pusat Kota Sampit.

Kini secara perlahan keterisolasian itu mulai terbuka dengan dibangunnya badan jalan dari Desa Cempaka Mulia Timur Kecamatan Cempaga. Ruas jalan ini akan dituntaskan pembangunannya melintasi Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut hingga Kampung Melayu yang berbatas dengan Pegagan Kabupaten Katingan.

Meski harus memutar cukup jauh melewati Kecamatan Cempaga jika hendak menuju pusat Kota Sampit, namun setidaknya kini ada akses jalan darat. Kondisi ruas jalan tersebut juga diharapkan akan terus ditingkatkan sehingga perekonomian masyarakat juga semakin lancar.

Gultom berharap ruas jalan bisa membuka ketertinggalan daerah itu dan sekitarnya sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan begitu, dana lebih dari Rp100 miliar yang digelontorkan pemerintah untuk pba pembangunan ruas jalan tersebut membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Baca juga: DPRD Kotim minta pengawasan distribusi pupuk bersubsidi diperketat

"Harapan kami, jalan itu sebagai tonggak awal untuk mengejar ketertinggalan dua kecamatan di kawasan seberang. Kami yakin ekonomi di kawasan seberang akan tumbuh seiring semakin lancarnya aktivitas masyarakat," ujar Gultom.

Politisi Partai Nasdem ini mengakui keterisolasian membuat pembangunan dua kecamatan di kawasan seberang tersebut. Program pembangunan juga lebih lambat karena biaya tinggi lantaran besarnya biaya angkut material.

Terbukanya jalan darat diharapkan dapat menjadi solusi mempercepat pembangunan dan mendorong peningkatan perekonomian di kawasan seberang tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Untuk ke depan, tentu kita berharap rencana pembangunan Jembatan Mentaya bisa terwujud agar perekonomian semakin lancar karena masyarakat bisa semakin mudah untuk ke pusat Kota Sampit dengan menyeberangi jembatan tersebut," demikian Gultom.

Baca juga: Pemkab Kotim izinkan tempat hiburan kembali beroperasi demi pemulihan ekonomi

Baca juga: Anggota DPR RI dukung PLN tuntaskan terangi seluruh desa di Kotim


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024