Para guru diminta jangan stres hadapi Asesmen Nasional
Rabu, 11 November 2020 13:56 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim dalam kunjungannya ke Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/11). (ANTARA/Indriani)
Rote Ndao (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta guru untuk tidak stres dalam menghadapi Asesmen Nasional 2021.
"Banyak yang mengira asesmen kompetensi menggantikan Ujian Nasional (UN). Padahal bukan. Kepala sekolah tidak usah khawatir, guru juga, begitu juga murid dan wali murid. Jangan stres menghadapi Asesmen Nasional (AN), " ujar Nadiem dalam kunjungannya ke Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu.
Dia menjelaskan tidak semua murid mengikuti AN. Oleh karena itu, dia meminta orang tua untuk tidak perlu cemas dan memasukkan anaknya ke bimbingan belajar karena hanya membuang uang.
"Sekolah juga hanya perlu menyiapkan ruangan untuk AN," kata dia.
Baca juga: Ini kata Nadiem terkait penerapan hidup bersih dan sehat
AN hanya untuk pemetaan bukan untuk menghakimi murid dan sekolah. Sekolah tidak dihukum dengan kondisi itu.
"Dengan AN kita melihat bagaimana perubahan kualitas sekolah dari tahun ke tahun," ujar dia.
AN hanya urusan kepala sekolah, pemerintah daerah dan kementerian.
Asesmen Nasional merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang sekolah dasar dan menengah.
Asesmen tersebut bertujuan untuk mengukur capaian peserta didik atau siswa dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. Selain itu juga ada survei karakter bagi siswa. AN akan dimulai pada 2021.*
Baca juga: Guru dan tenaga kesehatan akan diberi Program Gratis Naik KA
Baca juga: Oknum guru pesantren ditangkap polisi diduga setubuhi santri berusia 15 tahun
Baca juga: Metode perhitungan dana BOS diubah tahun depan
"Banyak yang mengira asesmen kompetensi menggantikan Ujian Nasional (UN). Padahal bukan. Kepala sekolah tidak usah khawatir, guru juga, begitu juga murid dan wali murid. Jangan stres menghadapi Asesmen Nasional (AN), " ujar Nadiem dalam kunjungannya ke Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu.
Dia menjelaskan tidak semua murid mengikuti AN. Oleh karena itu, dia meminta orang tua untuk tidak perlu cemas dan memasukkan anaknya ke bimbingan belajar karena hanya membuang uang.
"Sekolah juga hanya perlu menyiapkan ruangan untuk AN," kata dia.
Baca juga: Ini kata Nadiem terkait penerapan hidup bersih dan sehat
AN hanya untuk pemetaan bukan untuk menghakimi murid dan sekolah. Sekolah tidak dihukum dengan kondisi itu.
"Dengan AN kita melihat bagaimana perubahan kualitas sekolah dari tahun ke tahun," ujar dia.
AN hanya urusan kepala sekolah, pemerintah daerah dan kementerian.
Asesmen Nasional merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang sekolah dasar dan menengah.
Asesmen tersebut bertujuan untuk mengukur capaian peserta didik atau siswa dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. Selain itu juga ada survei karakter bagi siswa. AN akan dimulai pada 2021.*
Baca juga: Guru dan tenaga kesehatan akan diberi Program Gratis Naik KA
Baca juga: Oknum guru pesantren ditangkap polisi diduga setubuhi santri berusia 15 tahun
Baca juga: Metode perhitungan dana BOS diubah tahun depan
Pewarta : Indriani
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator Barut dorong partisipasi masyarakat dalam perencanaan lingkungan
03 December 2025 8:07 WIB
Legislator Barut: Seminar Al Quran pondasi membangun generasi qurani di era digital
21 November 2025 9:10 WIB
Falcon Pictures siap hadirkan kisah penyair "Chairil Anwar" ke layar lebar
10 November 2025 12:33 WIB
Legislator Kotim berharap pemkab jaga pertumbuhan ekonomi di tengah efisiensi anggaran
29 October 2025 9:11 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
AKBP Didik dicopot dari jabatan Kapolres Bima Kota terkait dugaan kasus narkoba
12 February 2026 17:22 WIB