Pemesanan di Airbnb meningkat 52 persen berkat vaksin COVID-19
Jumat, 14 Mei 2021 20:02 WIB
FILE PHOTO: The Airbnb logo is seen on a little mini pyramid under the glass Pyramid of the Louvre museum in Paris, France, March 12, 2019. REUTERS/Charles Platiau/File Photo (REUTERS/CHARLES PLATIAU)
Jakarta (ANTARA) - Airbnb mengalami peningkatan pendapatan karena meningkatnya pemesanan berkat vaksinasi COVID-19 yang telah menyebabkan pembatasan kegiatan dilonggarkan dan orang- orang memilih untuk mulai berlibur di luar rumahnya.
Pemesanan tempat berlibur meningkat mencapai 52 persen dengan total 10,29 miliar dolar AS dan mengalahkan prediksi dari pasar saham yang mengira Airbnb hanya mendapatkan 6,93 miliar Dolar AS pada kuartal pertama itu.
“Perjalanan musim panas meningkat hingga 60 persen pada Februrari dan Maret 2021,” kata Airbnb seperti dikutip dari Reuters, Jumat.
Perjalanan itu kebanyakan dilakukan oleh warga negara yang menginjak usia 60 tahun ke atas di Amerika Serikat karena mereka termasuk dalam kalangan yang telah menerima vaksin.
Perusahaan yang berada di San Fransisco itu pun mengharapkan di kuartal kedua setidaknya mereka bisa mencapai pendapatan yang sama seperti di 2019.
Dengan harapan perjalanan di tengah pandemi dan antarkota dapat meningkat berjalan beriringan dengan pemberian vaksinasi kepada seluruh masyarakat di AS.
CEO Airbnb Brian Chesky menyebutkan Airbnb juga mendapatkan keuntungan dari permintaan tinggal lebih lama hasil dari perjalanan yang telah dijadwalkan ulang oleh pelancong yang melakukan perjalanan grup.
Airbnb rupanya berhasil mengatasi pandemi karena telah menyiapkan penawaran lokasi menginap yang lebih besar di kota- kota besar mengingat adanya pembatasan jarak.
Lonjakan pemesanan juga terjadi di Inggris setelah pemerintah memberikan sinyal akan melakukan pelonggaran pembatasan, termasuk juga di Prancis yang perlahan sudah membuka pelonggaran kegiatan di tengah masa pandemi COVID-19.
Meski demikian, Airbnb belum mau menyebutkan 2021 menjadi titik baik dalam pemulihan ekonomi perusahaan mereka di kuartal kedua karena pandemi tetap masih ada saat ini.
Tercatat Airbnb mendapatkan peningkatan pendapatan 5,4 persen pada kuartal pertama ini. Risiko kerugian pun menurun menjadi 59 juta Dolar AS dari sebelumnya mencapai 334 juta Dolar AS pada tahun 2020. Kerugian dihitung dari pemotongan biaya akibat pembatalan perjalanan.
Pemesanan tempat berlibur meningkat mencapai 52 persen dengan total 10,29 miliar dolar AS dan mengalahkan prediksi dari pasar saham yang mengira Airbnb hanya mendapatkan 6,93 miliar Dolar AS pada kuartal pertama itu.
“Perjalanan musim panas meningkat hingga 60 persen pada Februrari dan Maret 2021,” kata Airbnb seperti dikutip dari Reuters, Jumat.
Perjalanan itu kebanyakan dilakukan oleh warga negara yang menginjak usia 60 tahun ke atas di Amerika Serikat karena mereka termasuk dalam kalangan yang telah menerima vaksin.
Perusahaan yang berada di San Fransisco itu pun mengharapkan di kuartal kedua setidaknya mereka bisa mencapai pendapatan yang sama seperti di 2019.
Dengan harapan perjalanan di tengah pandemi dan antarkota dapat meningkat berjalan beriringan dengan pemberian vaksinasi kepada seluruh masyarakat di AS.
CEO Airbnb Brian Chesky menyebutkan Airbnb juga mendapatkan keuntungan dari permintaan tinggal lebih lama hasil dari perjalanan yang telah dijadwalkan ulang oleh pelancong yang melakukan perjalanan grup.
Airbnb rupanya berhasil mengatasi pandemi karena telah menyiapkan penawaran lokasi menginap yang lebih besar di kota- kota besar mengingat adanya pembatasan jarak.
Lonjakan pemesanan juga terjadi di Inggris setelah pemerintah memberikan sinyal akan melakukan pelonggaran pembatasan, termasuk juga di Prancis yang perlahan sudah membuka pelonggaran kegiatan di tengah masa pandemi COVID-19.
Meski demikian, Airbnb belum mau menyebutkan 2021 menjadi titik baik dalam pemulihan ekonomi perusahaan mereka di kuartal kedua karena pandemi tetap masih ada saat ini.
Tercatat Airbnb mendapatkan peningkatan pendapatan 5,4 persen pada kuartal pertama ini. Risiko kerugian pun menurun menjadi 59 juta Dolar AS dari sebelumnya mencapai 334 juta Dolar AS pada tahun 2020. Kerugian dihitung dari pemotongan biaya akibat pembatalan perjalanan.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkes sebut vaksin Mpox masih menyasar kelompok tertentu seperti HIV
30 August 2024 17:35 WIB, 2024
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Aktivitas fisik anak perlu ditingkatkan seiring pembatasan media sosial menurut IDAI
29 March 2026 13:01 WIB