
Waspada dampak serat berlebih bagi pencernaan

Jakarta (ANTARA) - Tren peningkatan konsumsi serat atau “fibremaxxing” yang ramai di media sosial dinilai perlu disikapi secara bijak karena asupan serat berlebih justru dapat menimbulkan gangguan pencernaan.
Melansir dari laman The Guardian pada Senin waktu setempat, ahli gizi dari King's College London, Emily Leeming mengatakan serat memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, namun konsumsi yang berlebihan tanpa penyesuaian dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
“Serat mendukung pencernaan, menurunkan risiko kanker usus dan penyakit jantung, serta membantu mengontrol gula darah,” ujar Leeming. Leeming. Serat dapat ditemukan dalam berbagai makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, dan polong-polongan. Namun, rata-rata konsumsi masyarakat masih jauh di bawah rekomendasi harian. Leeming.Leeming.
Leeming menyebut asupan serat yang dianjurkan bagi orang dewasa adalah sekitar 30 gram per hari, sementara rata-rata konsumsi masyarakat hanya sekitar 16 gram per hari.
Meski demikian, ia mengingatkan peningkatan konsumsi serat perlu dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi.
“Serat bersifat kuat dan sistem pencernaan memerlukan waktu untuk menyesuaikan. Peningkatan yang terlalu cepat dapat menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman,” katanya.
Ia juga tidak menyarankan konsumsi serat dalam jumlah yang sangat tinggi, seperti lebih dari 50 gram per hari, karena dapat sulit dipertahankan dan berpotensi menimbulkan pola makan yang terlalu membatasi.
Menurutnya, manfaat kesehatan sudah dapat diperoleh dari peningkatan asupan serat dalam jumlah sedang. Tambahan sekitar 7 gram serat per hari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker usus.
Selain itu, peningkatan sekitar 5 gram serat per hari juga dikaitkan dengan penurunan risiko depresi sebesar 5 persen.
Leeming menyarankan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi serat secara bertahap dan diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.
“Serat bekerja seperti spons. Tanpa cairan yang cukup, dapat menyebabkan rasa tidak nyaman,” ujarnya.
Pewarta : -
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
