Logo Header Antaranews Kalteng

Daya beli masyarakat Pulang Pisau menurun

Senin, 18 Mei 2026 22:39 WIB
Image Print
Camat Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Endra Setiawan. ANTARA/Dita Marsena

Pulang Pisau (ANTARA) - Camat Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Endra Setiawan mengakui saat ini daya beli masyarakat mulai menurun akibat beberapa faktor dan dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran belanja pemerintah yang ikut berdampak kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Kecamatan Kahayan Hilir sebagian besar konsumennya atau penduduknya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga ketika daya beli menurun, perputaran ekonomi masyarakat ikut melambat,” kata Endra Setiawan di Pulang Pisau, Senin.

Ia menegaskan, penurunan daya beli tersebut menjadi salah satu tantangan utama yang harus segera dicermati bersama karena berdampak juga terhadap keberlangsungan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di lingkungan kecamatan setempat.

“Banyak pelaku usaha kini mulai merasakan berkurangnya transaksi harian secara signifikan,” ujarnya.

Menurut Endra, faktor lain yang turut memengaruhi perlambatan ekonomi adalah meningkatnya beban konsumsi rumah tangga akibat kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok. Kenaikan tersebut dirasakan cukup memberatkan masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan seperti Kecamatan Kahayan Hilir.

“Selain menurunnya daya beli masyarakat, kita juga dihadapkan pada kenaikan harga bahan pokok yang memengaruhi konsumsi rumah tangga sehari-hari,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya harga berbagai komoditas di pasar. Kenaikan ini tentu berdampak pada distribusi dan biaya operasional barang kebutuhan masyarakat.

Baca juga: BPBD Pulang Pisau turunkan TRC pantau banjir di Desa Bukit Liti

Endra mengatakan, pemerintah daerah saat ini terus berupaya menekan laju kenaikan harga sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng dan cabai. Diharapkan langkah mampu menjaga stabilitas harga di pasaran dan menekan inflasi.

Ia mendorong masyarakat agar lebih optimal dalam memanfaatkan potensi lahan yang tersedia, terutama untuk mendukung penanaman komoditas seperti cabai yang kerap menjadi pemicu inflasi.

“Pemanfaatan lahan yang ada perlu dioptimalkan masyarakat untuk menanam cabai yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga,” ujarnya.

Menurut Endra, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga kestabilan ekonomi di tengah tantangan efisiensi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Semua pihak harus bergerak bersama agar dampaknya dapat diminimalkan.

“Kerja sama dan langkah yang tepat diharapkan kondisi ekonomi masyarakat dapat kembali pulih dan tumbuh lebih baik ke depannya,” demikian Endra Setiawan.

Baca juga: Masyarakat Pulang Pisau diminta waspada penyakit konjungtivitis kataralis

Baca juga: Bupati Pulang Pisau minta pejabat terus tingkatkan kinerja

Baca juga: Legislator Pulang Pisau dorong pendataan ulang objek pajak daerah



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026