“Pertama unstopable trend that relate to green economy. Jadi transportasi dan wisata ini harus terkoneksi dengan green economy (ekonomi yang ramah lingkungan),” kata Sandi dalam sebuah webinar, Rabu.
Ia mencontohkan, di Bali beberapa penyedia layanan kendaraan sudah menyediakan fitur pengantaran makanan dan transportasi yang ramah lingkungan dengan kendaraan listrik.
Baca juga: Pentingnya 'storytelling' untuk promosi wisata
Dengan menghadirkan ekonomi yang ramah lingkungan lewat layanan transportasi yang berkelanjutan juga dapat mendukung tidak hanya dari sisi bisnis tapi juga mendukung kelestarian lingkungan dari emisi gas karbon.
Hal penting kedua adalah transportasi dan pariwisata harus di digitalisasi. Artinya seluruh layanan hingga jasa harus berada dalam genggaman pengguna lewat perangkat elektronik mereka sehingga memudahkan proses mobilisasi yang pintar, mulai dari pemesanan layanan hingga pembayaran tanpa harus melakukan fisik karena semua dilakukan lewat gawai.
Dengan mengedepankan digitalisasi, tentu kenyamanan bertransaksi untuk menggunakan layanan baik dari segi transportasi dan wisata bisa lebih nyaman bagi masyarakat yang sudah teredukasi secara digital.
Terakhir, hal yang harus diperhatikan adalah berumur panjang longevity. Hal terakhir ini adalah memastikan infrastrukur fisik hingga layanan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Baca juga: Komunitas motor diajak hidupkan pariwisata Indonesia
Layanan yang diberikan pun harus mendukung faktor keamanan dan kebersihan sehingga masyarakat pun bisa menjaga pola hidup yang sehat.
“Artinya layanan itu harus bisa mempromosikan pola hidup yang sehat, memberikan langkah preventif menghindari penyakit, dan tren terkait isu kesehatan ini tidak akan berakhir,”katanya.
Dengan ketiga hal itu dicukupi, Sandi menyakini transportasi dan wisata bisa terpenuhi untuk menghadirkan layanan yang berkelanjutan. Tiga hal itu dinilai membuat sektor pariwisata menghadirkan pengalaman baru yang menyenangkan dan belum pernah ada sebelumnya.
Nilai Berkelanjutan atau sustainability merupakan salah satu nilai yang ditanamkan dalam standar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lewat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Enviromental Sustainabilty) untuk menjadi patokan layanan yang baik dan dapat memberikan pengalaman yang nyaman bagi wisatawan.
Baca juga: Sandiaga Uno tak ingin kecelakaan di destinasi wisata terulang
Baca juga: Wisata kuliner sehat mulai jadi pilihan selama pandemi
Baca juga: Wisata Loksado telah dibuka kembali
Ini hal penting untuk membangun pariwisata terintegrasi transportasi
Rabu, 30 Juni 2021 16:52 WIB
Wisatawan menumpang kendaraan listrik ramah lingkungan di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/hp. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno menyebutkan setidaknya ada tiga hal penting dalam membangun industri pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan sistem transportasi.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Yamaha luncurkan aplikasi Yamaha Motor On, layanan digital dalam satu platform
21 April 2026 6:15 WIB
Kartu Huma Betang Sejahtera, bantuan terintegrasi pacu perekonomian masyarakat
26 March 2026 14:33 WIB
Sekda Kapuas dorong OPD tingkatkan penyediaan data yang akurat dan terintegrasi
24 November 2025 20:53 WIB
Gedung MPP wujud komitmen Pemkab Barsel beri pelayanan cepat dan terintegrasi
04 February 2025 8:50 WIB, 2025
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Reza Rahadian ungkap ketertarikan perankan film bertema sosial dan kemanusiaan
07 May 2026 19:14 WIB