Sampit (ANTARA) - Masyarakat Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah yang beraktivitas di Sungai Mentaya diimbau meningkatkan kewaspadaan seiring semakin seringnya buaya muncul di sungai itu.

"Kami BKSDA Sampit menerima laporan dari warga pada pukul 10.00 WIB ada kemunculan kembali buaya di Sungai Mentaya di tempat yang sama yaitu kecamatan Seranau. Tidak jauh dari lokasi kemunculan sebelumnya," kata Komandan Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah di Sampit, Rabu.

Ini merupakan kemunculan kedua buaya di lokasi yang hampir sama dalam beberapa hari terakhir. Buaya yang muncul ini diduga merupakan buaya yang sama dengan sebelumnya.

Sebelumnya kemunculan buaya di perairan Kelurahan Mentaya Seberang Kecamatan Seranau terjadi pada Sabtu (31/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu warga sempat mengabadikan momen kemunculan buaya tersebut menggunakan kamera telepon seluler.

Ini cukup membuat warga waswas karena lokasinya berada di perairan pusat kota. Letaknya dekat dermaga penyeberangan atau berseberangan dengan objek wisata ikon Patung Jelawat dan Pusat Perbelanjaan Mentaya.

Aktivitas masyarakat di perairan kawasan ini cukup tinggi. Selain hilir mudik transportasi air, sebagian warga juga masih sering beraktivitas di sungai untuk mandi atau mencuci.

Baca juga: Wabup Kotim minta masyarakat tidak takut memeriksakan kesehatan

Munculnya buaya di perairan dekat permukiman karena mencari makanan. Diduga sumber makanan di habitat aslinya semakin sulit didapat sehingga buaya menyasar perairan dekat permukiman warga.

Bangkai binatang dan sampah rumah tangga yang dibuang warga ke sungai bisa menjadi pemicu kedatangan buaya karena merupakan sumber makanan bagi buaya. Ternak yang dipelihara dekat dengan sungai juga bisa memicu buaya datang untuk memangsanya.

"Kami mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada subuh dan malam hari. Kami juga mengimbau agar tidak membuang sampah rumah tangga di sungai dan tidak memelihara ternak di tepi sungai karena kuat dugaan itu penyebab buaya muncul di perairan dekat permukiman," ujar Muriansyah.

BKSDA Pos Sampit telah memasang tiga plang peringatan di wilayah perairan Sungai Mentaya terkait lokasi rawan serangan buaya. Papan peringatan tersebut rencananya akan ditambah di dua lokasi lainnya agar masyarakat lebih waspada.

Baca juga: Bupati Kotim apresiasi perusahaan bantu vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat

Baca juga: Komisi IV dorong Kemenhub turun mengevaluasi Tersus dan TUKS di Kotim

Baca juga: Legislator Kotim dukung pembubaran kerumunan cegah penyebaran COVID-19


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024