Pulang Pisau (ANTARA) - Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Pudjirustaty Narang mengingatkan masing-masing organisasi perangkat daerah agar bisa memanfaatkan waktu efektif yang hanya tersisa dua bulan, untuk menyelesaikan berbagai program dan kegiatan sehingga penyerapan anggaran bisa mencapai target.

"Kita menyadari target dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan sampai saat ini belum tercapai sesuai harapan karena per 30 September 2021, target realisasi keuangan harusnya mencapai 80 persen," kata Pudjirustaty di Pulang Pisau, Senin.

Dikatakannya, penyerapan anggaran per 30 September 2021 realisasi belanja hanya mencapai 55,36 persen. Namun dirinya yakin dan percaya, hingga berakhirnya tahun anggaran OPD bisa mencapai target penyerapan anggaran tersebut.

Baca juga: Sekda Pulpis: Optimalkan peran sekretaris OPD wujudkan keterbukaan informasi

Menurut Pudjirustaty, sebagai pimpinan daerah evaluasi tetap dilakukan terhadap kendala yang dihadapi OPD dalam penyerapan anggaran. Hukuman kepada OPD yang lalai atau tidak bisa melaksanakan berbagai program dan kegiatan dari target penyerapan anggaran, masih belum dilakukan karena dirinya masih yakin semua OPD baik dan tidak ada yang salah.

"Di hadapan saya semua siap melaksanakan mencapai target, sehingga saya harus yakin dan percaya apa yang dikatakan mereka. Saya tidak ada mengatakan copot atau apa, tetapi perlu pembinaan yang humanis," ucap Pudjirustaty sembari bercanda kepada awak media.

Dalam rapat koordinasi pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan Pulang Pisau triwulan ketiga di aula Bappedlitbang, ia mengungkapkan selain realisasi fisik dan keuangan yang paling penting adalah realisasi capaian indikator kinerja daerah.

Baca juga: Pandemi COVID-19 menjadi momentum digitalisasi masyarakat

Capaian indikator kinerja daerah, terang Pudjirustaty, merupakan alat ukur untuk mengetahui dampak dari pembangunan daerah yang telah dilaksanakan. Selain itu memberikan gambaran tentang pencapaian visi dan misi kepala daerah, sehingga dirinya sangat berharap kerja sama dari OPD agar fokus dalam pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Keterlambatan proses realisasi ini, disampaikannya, disebabkan beberapa faktor, diantaranya penatausahaan keuangan, adanya refocusing Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) 2021 untuk penanganan COVID-19 yang mengamanahkan pemerintah daerah perlu merealokasi beberapa kegiatan prioritas.

Pihaknya berharap agar perencanaan pada 2022, OPD betul-betul bersinergi membuat perencanaan anggaran berbasis program, sehingga kejadian di awal 2021 tidak terulang.

"OPD harus fokus melaksanakan tugas pokok fungsi masing-masing dengan mempersiapkan kebijakan-kebijakan untuk menghadapi tahun anggaran 2022 dengan baik dan tepat waktu," pintanya.

Baca juga: Bupati Pulpis: Manfaatkan media digital secara sehat dan bijak

Kepala Bappedalitbang Pulpis Juman mengakui pencapaian serapan anggaran masih belum sesuai target. Laporan yang disampaikan per 30 September 2021 dari masing-masing OPD baru mencapai 55,36 persen.

Seperti yang dikatakan beberapa pimpinan OPD, angka tersebut masih belum masuk penyerapan yang ada di Oktober, sehingga pihaknya masih optimistis penyerapan bisa mencapai target hingga akhir tahun.

Baca juga: Berikut perkembangan banjir berbagai daerah di Kalteng

Baca juga: Pemkab Pulpis dukung gerakan nasional literasi digital


Pewarta : Adi Waskito
Uploader : Admin 4
Copyright © ANTARA 2024