Hibah vaksin COVID-19 tunjukkan perhatian dunia kepada Indonesia
Jumat, 19 November 2021 20:28 WIB
Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro dalam keterangan persnya pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 yang diperingati pada tanggal 12 November, Jumat (12/11/2021) di Kantor Presiden, Jakarta. ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden-Rusman/pri.
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro menyebut hibah vaksin COVID-19 yang terus berdatangan menunjukkan perhatian dunia kepada Indonesia hal yang luar biasa.
"Hibah yang terus berdatangan menunjukkan bahwa perhatian dunia kepada Indonesia sangat luar biasa. Bukan saja karena kita negara besar yang harus dipastikan dapat tetap mengendalikan penyebaran COVID-19 seperti saat ini, namun antusiasme masyarakat Indonesia divaksinasi COVID-19 tinggi sekali," ujar Reisa dalam Siaran Pers PPKM yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.
Reisa mengatakan kedatangan 4.059.290 dosis vaksin jadi Oxford-AstraZeneca dan 800 ribu dosis vaksin Moderna hibah dari Pemerintah Belanda membuat persediaan vaksin COVID-19 Indonesia kembali bertambah. Kedatangan vaksin tersebut, dikatakan, merupakan kedatangan vaksin tahap ke-124 dan ke-125.
Baca juga: 416 juta suntikan lagi Indonesia capai target vaksinasi
Reisa mengatakan hal ini menunjukkan betapa komitmen Pemerintah Indonesia menyediakan vaksin tetap tinggi. Bahkan pemerintah menekankan ke semua produsen vaksin untuk tetap berkomitmen memenuhi target pengiriman vaksin tahun ini sampai hari terakhir Desember 2021.
"Memastikan semua pengiriman tetap berjalan meski ada libur akhir tahun di negara produsen, atau karena stok vaksin di Indonesia dianggap aman karena penyediaan dari COVAX dan hibah berdatangan terus," ujar dia.
Reisa menjelaskan penyuntikan vaksin dapat mencapai rata-rata 2 juta dosis per harinya. Pada hari ini, sudah lebih dari 220 juta suntikan diberikan kepada masyarakat. Target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa 40 persen dari warga divaksin lengkap di akhir tahun ini pun sudah dilewati.
Baca juga: Pembukaan kegiatan keagamaan harus berdasarkan pedoman WHO
"Capaian-capaian Indonesia inilah yang diapresiasi oleh berbagai negara besar dan negara sahabat , dan mendapat terus hibah vaksin ,dan apresiasi oleh fasilitas kerja sama Internasional seperti COVAX dengan memastikan suplai vaksin COVID-19 selalu tersedia di dalam negeri," kata dia.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menerima 4,8 juta dosis lagi vaksin COVID-19 untuk menambah ketersediaan vaksin dalam negeri, yang terdiri dari 4.059.290 dosis vaksin jadi Oxford-AstraZeneca dan 800 ribu dosis vaksin Moderna yang datang pada Jumat (19/11).
Pemerintah terus memastikan ketersediaan vaksin COVID-19 dalam upaya percepatan dan perluasan vaksinasi nasional, menuju target vaksinasi 70 persen penduduk pada akhir 2021.
Baca juga: Hampir 75 persen masyarakat di Indonesia rajin cuci tangan
Baca juga: Kontak erat dengan penderita COVID-19, wajib karantina lima hari
"Hibah yang terus berdatangan menunjukkan bahwa perhatian dunia kepada Indonesia sangat luar biasa. Bukan saja karena kita negara besar yang harus dipastikan dapat tetap mengendalikan penyebaran COVID-19 seperti saat ini, namun antusiasme masyarakat Indonesia divaksinasi COVID-19 tinggi sekali," ujar Reisa dalam Siaran Pers PPKM yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.
Reisa mengatakan kedatangan 4.059.290 dosis vaksin jadi Oxford-AstraZeneca dan 800 ribu dosis vaksin Moderna hibah dari Pemerintah Belanda membuat persediaan vaksin COVID-19 Indonesia kembali bertambah. Kedatangan vaksin tersebut, dikatakan, merupakan kedatangan vaksin tahap ke-124 dan ke-125.
Baca juga: 416 juta suntikan lagi Indonesia capai target vaksinasi
Reisa mengatakan hal ini menunjukkan betapa komitmen Pemerintah Indonesia menyediakan vaksin tetap tinggi. Bahkan pemerintah menekankan ke semua produsen vaksin untuk tetap berkomitmen memenuhi target pengiriman vaksin tahun ini sampai hari terakhir Desember 2021.
"Memastikan semua pengiriman tetap berjalan meski ada libur akhir tahun di negara produsen, atau karena stok vaksin di Indonesia dianggap aman karena penyediaan dari COVAX dan hibah berdatangan terus," ujar dia.
Reisa menjelaskan penyuntikan vaksin dapat mencapai rata-rata 2 juta dosis per harinya. Pada hari ini, sudah lebih dari 220 juta suntikan diberikan kepada masyarakat. Target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa 40 persen dari warga divaksin lengkap di akhir tahun ini pun sudah dilewati.
Baca juga: Pembukaan kegiatan keagamaan harus berdasarkan pedoman WHO
"Capaian-capaian Indonesia inilah yang diapresiasi oleh berbagai negara besar dan negara sahabat , dan mendapat terus hibah vaksin ,dan apresiasi oleh fasilitas kerja sama Internasional seperti COVAX dengan memastikan suplai vaksin COVID-19 selalu tersedia di dalam negeri," kata dia.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menerima 4,8 juta dosis lagi vaksin COVID-19 untuk menambah ketersediaan vaksin dalam negeri, yang terdiri dari 4.059.290 dosis vaksin jadi Oxford-AstraZeneca dan 800 ribu dosis vaksin Moderna yang datang pada Jumat (19/11).
Pemerintah terus memastikan ketersediaan vaksin COVID-19 dalam upaya percepatan dan perluasan vaksinasi nasional, menuju target vaksinasi 70 persen penduduk pada akhir 2021.
Baca juga: Hampir 75 persen masyarakat di Indonesia rajin cuci tangan
Baca juga: Kontak erat dengan penderita COVID-19, wajib karantina lima hari
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah imbau masyarakat gunakan masker di dalam maupun luar ruangan
11 July 2022 20:45 WIB, 2022
Masyarakat diminta taat prokes mengingat Omicron sudah masuk ke ASEAN
03 December 2021 21:06 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB