Vaksinasi anak di Bartim disambut antusias peserta
Kamis, 13 Januari 2022 20:12 WIB
Valent Gallio Rian (9) menunjukkan bukti vaksin dosis pertama di Tamiang Layang, Rabu (12/1/2022). ANTARA/Habibullah
Tamiang Layang (ANTARA) - Vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah disambut antusias peserta, salah satunya Valent Gallio Rian (9) salah satu anak dari Desa Dorong, Kecamatan Dusun Timur, mengaku sangat ingin disuntik vaksin COVID-19.
“Ingin sekali. Ikut vaksinasi untuk sehat dan tidak terpapar COVID-19,” kata Valent di Tamiang Layang, Kamis.
Menurutnya, disuntik vaksin COVID-19 tidak sakit. Anak yang bersekolah di SDK Trinitas itu juga mengaku tidak takut mengikuti vaksin dosis kedua nantinya.
“Ini tadi sudah disuntik vaksin. Tidak sakit. Nanti ikut lagi di vaksin kedua,” kata Valent.
Usai disuntik vaksin jenis Coronavac, Valent mengaku tidak merasakan efek negatif selama menunggu di ruang observasi yang sudah disediakan.
Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas meminta orangtua selalu memberikan edukasi untuk anak-anak masing-masing di rumah tentang manfaat vaksinasi dan mengawal anak saat mengikuti vaksinasi.
“Karena yang lebih mengetahui kondisi kesehatan anak adalah orang tuanya sendiri. Jika ada riwayat sakit, sampaikan kepada tenaga kesehatan,” kata Ampera.
Menurutnya, pihaknya bersama Polres Barito Timur melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dalam jangka waktu 60 hari kalender dengan target sasaran 10 ribu anak.
Baca juga: DPRD Kotim dukung evaluasi tenaga kontrak
Dia juga meminta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Barito Timur untuk tidak bepergian keluar daerah, terlebih lagi bepergian ke luar negeri karena rawan terpapar COVID-19 varian baru, Omicron.
“Jangan lalai protokol kesehatan dan jangan bepergian. Jangan sampai COVID-19 jenis Omicron masuk Barito Timur. Nanti yang tertular juga bukan orang lain yakni sanak keluarga,” kata Ampera.
Dijelaskan Ampera, sesuai keterangan World Health Organization (WHO) menetapkan varian Omicron sebagai VOC. VOC diartikan sebagai varian virus Corona yang menyebabkan peningkatan penularan serta kematian dan bahkan dapat memengaruhi efektivitas vaksin.
“Jangan sampai (Omicron) bisa masuk ke Barito Timur. Kasihan keluarga bahkan anak-anak kita,” demikian Ampera.
Baca juga: Perda Produk Unggulan Daerah permudah pengembangan ekonomi kerakyatan Kotim
Baca juga: DPRD Kotim prihatin sopir sampai minta sumbangan perbaiki jalan provinsi
Baca juga: Pemkab Kotim masih prioritaskan vaksinasi dosis kedua
“Ingin sekali. Ikut vaksinasi untuk sehat dan tidak terpapar COVID-19,” kata Valent di Tamiang Layang, Kamis.
Menurutnya, disuntik vaksin COVID-19 tidak sakit. Anak yang bersekolah di SDK Trinitas itu juga mengaku tidak takut mengikuti vaksin dosis kedua nantinya.
“Ini tadi sudah disuntik vaksin. Tidak sakit. Nanti ikut lagi di vaksin kedua,” kata Valent.
Usai disuntik vaksin jenis Coronavac, Valent mengaku tidak merasakan efek negatif selama menunggu di ruang observasi yang sudah disediakan.
Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas meminta orangtua selalu memberikan edukasi untuk anak-anak masing-masing di rumah tentang manfaat vaksinasi dan mengawal anak saat mengikuti vaksinasi.
“Karena yang lebih mengetahui kondisi kesehatan anak adalah orang tuanya sendiri. Jika ada riwayat sakit, sampaikan kepada tenaga kesehatan,” kata Ampera.
Menurutnya, pihaknya bersama Polres Barito Timur melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dalam jangka waktu 60 hari kalender dengan target sasaran 10 ribu anak.
Baca juga: DPRD Kotim dukung evaluasi tenaga kontrak
Dia juga meminta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Barito Timur untuk tidak bepergian keluar daerah, terlebih lagi bepergian ke luar negeri karena rawan terpapar COVID-19 varian baru, Omicron.
“Jangan lalai protokol kesehatan dan jangan bepergian. Jangan sampai COVID-19 jenis Omicron masuk Barito Timur. Nanti yang tertular juga bukan orang lain yakni sanak keluarga,” kata Ampera.
Dijelaskan Ampera, sesuai keterangan World Health Organization (WHO) menetapkan varian Omicron sebagai VOC. VOC diartikan sebagai varian virus Corona yang menyebabkan peningkatan penularan serta kematian dan bahkan dapat memengaruhi efektivitas vaksin.
“Jangan sampai (Omicron) bisa masuk ke Barito Timur. Kasihan keluarga bahkan anak-anak kita,” demikian Ampera.
Baca juga: Perda Produk Unggulan Daerah permudah pengembangan ekonomi kerakyatan Kotim
Baca juga: DPRD Kotim prihatin sopir sampai minta sumbangan perbaiki jalan provinsi
Baca juga: Pemkab Kotim masih prioritaskan vaksinasi dosis kedua
Pewarta : Habibullah
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penggunaan gawai secara berlebihan dapat menghambat proses pembentukan sinapsis pada otak anak
30 April 2026 14:23 WIB
Terpopuler - Barito Timur
Lihat Juga
Anggota DPR: Investasi harus berdampak nyata bagi warga, bukan sekadar ambil untung
05 May 2026 13:01 WIB
Pemkab Bartim wajibkan ASN kenakan Batik Kalteng peringati Hari Kartini 2026
20 April 2026 16:57 WIB