Logo Header Antaranews Kalteng

Disdukcapil pastikan 263 NIK warga binaan rutan di Bartim valid

Rabu, 29 April 2026 11:20 WIB
Image Print
Tim Disdukcapil Bartim saat melakukan verifikasi data kependudukan warga binaan rutan di Tamiang Layang, Senin (27/4/2026). ANTARA/HO-MMC Bartim.

Tamiang Layang (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, telah melakukan verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), sekaligus perekaman data kependudukan bagi warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Tamiang Layang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Bartim, M Mursalim di Tamiang Layang, kemarin, mengatakan dari 270 warga binaan yang telah diverifikasi, 263 orang diantaranya memiliki NIK yang padan dan sesuai data.

"Hanya tujuh orang yang belum valid, tetapi sudah kami lakukan perekaman data," ucapnya.

Adapun verifikasi NIK dan perekaman Disdukcapil Bartim terhadap warga binaan rutan, sebagai tindak lanjut atas surat dari Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, terkait dukungan verifikasi dan validasi data kependudukan warga binaan.

"Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh warga binaan memiliki data kependudukan yang valid dan terintegrasi dalam sistem nasional," kata Mursalim.

Melalui kegiatan ini, Disdukcapil Bartim menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang inklusif, termasuk bagi warga binaan, guna menjamin hak-hak sipil mereka tetap terpenuhi.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan akurasi data kependudukan serta mendukung berbagai program nasional yang berbasis data.
(*Kontributor lepas

Baca juga: Bupati Bartim minta perusahaan tambang ikut jaga jalan kabupaten

Baca juga: Pemkab Bartim siapkan 30 orang ikuti Komcad tingkat Kalteng

Baca juga: PKK Bartim tingkatkan kualitas perempuan lewat vaksin HPV

Baca juga: Pemkab Bartim gelar pengembangan literasi berbasis inklusi sosial



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026