Set top box gratis sudah distribusikan
Selasa, 15 Maret 2022 18:03 WIB
Set Top Box produksi PT. Pampas - Nextron Teknologi Indonesia dengan merek Multilaser yang diekspor ke Brazil. ANTARA/HO-Humas Kemenperin/am. (ANTARA/HO-Humas Kemenperin)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan unit set top box gratis sudah diberikan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah analog switch off tahap pertama.
"Sudah mulai dibagikan ke wilayah-wilayah sesuai dengan rencana analog switch off," kata Johnny ditemui di Jakarta, Selasa.
Penyelenggara multipleksing berkomitmen menyediakan set top box untuk siaran televisi terestrial digital, pemerintah membantu subsidi tersebut. Subsidi set top box ini diberikan kepada masyarakat yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial.
Menurut Johnny, Kominfo menyediakan sekitar 14 ribu sampai 15 ribu unit set top box untuk wilayah Bengkulu, yang dibagikan beberapa waktu lalu.
Penyaluran set top box ini merupakan bagian dari analog switch off tahap pertama di sejumlah wilayah siaran di Indonesia, yaitu pada 30 April. Setelah tanggal tersebut, wilayah-wilayah yang masuk ASO tahap I tidak lagi mendapatkan siaran televisi terestrial analog.
Pembagian subsidi set top box juga akan dilakukan menjelang ASO tahap II, yang berlangsung pada tanggal 25 Agustus dan ASO tahap III pada 2 November 2022.
Setelah 2 November, seluruh siaran televisi terestrial di Indonesia sudah menggunakan teknologi digital.
Siaran televisi terestrial digital menawarkan kualitas gambar dan suara yang lebih jernih dan bersih jika dibandingkan dengan siaran analog.
Pada siaran analog, kualitas gambar dan suara sangat dipengaruhi jarak pesawat televisi ke menara pemancar. Jika rumah berada jauh dari menara pemancar, maka gambar yang muncul di televisi bisa jadi berbintik-bintik dan suara terganggu.
Prinsip ini tidak berlaku pada siaran televisi digital, selama pesawat televisi masih bisa menangkap sinyal siaran digital maka akan ada gambar. Sebaliknya, jika tidak bisa menangkap siaran digital, maka pesawat televisi sama sekali tidak menyiarkan gambar.
Manfaat siaran televisi terestrial digital tidak hanya dirasakan masyarakat, namun, juga industri telekomunikasi. Migrasi siaran dari analog ke digital sejatinya adalah tata kelola spektrum frekuensi radio agar lebih efisien.
Ketika semua siaran televisi terestrial sudah pindah ke digital, akan ada kelebihan spektrum frekuensi (dividen digital) di pita 700Mhz sebesar 112MHz dan cadangan 40MHz.
Frekuensi tersebut bisa dioptimalkan untuk kebutuhan telekomunikasi seperti memperluas jangkauan 4G dan internet.
"Sudah mulai dibagikan ke wilayah-wilayah sesuai dengan rencana analog switch off," kata Johnny ditemui di Jakarta, Selasa.
Penyelenggara multipleksing berkomitmen menyediakan set top box untuk siaran televisi terestrial digital, pemerintah membantu subsidi tersebut. Subsidi set top box ini diberikan kepada masyarakat yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial.
Menurut Johnny, Kominfo menyediakan sekitar 14 ribu sampai 15 ribu unit set top box untuk wilayah Bengkulu, yang dibagikan beberapa waktu lalu.
Penyaluran set top box ini merupakan bagian dari analog switch off tahap pertama di sejumlah wilayah siaran di Indonesia, yaitu pada 30 April. Setelah tanggal tersebut, wilayah-wilayah yang masuk ASO tahap I tidak lagi mendapatkan siaran televisi terestrial analog.
Pembagian subsidi set top box juga akan dilakukan menjelang ASO tahap II, yang berlangsung pada tanggal 25 Agustus dan ASO tahap III pada 2 November 2022.
Setelah 2 November, seluruh siaran televisi terestrial di Indonesia sudah menggunakan teknologi digital.
Siaran televisi terestrial digital menawarkan kualitas gambar dan suara yang lebih jernih dan bersih jika dibandingkan dengan siaran analog.
Pada siaran analog, kualitas gambar dan suara sangat dipengaruhi jarak pesawat televisi ke menara pemancar. Jika rumah berada jauh dari menara pemancar, maka gambar yang muncul di televisi bisa jadi berbintik-bintik dan suara terganggu.
Prinsip ini tidak berlaku pada siaran televisi digital, selama pesawat televisi masih bisa menangkap sinyal siaran digital maka akan ada gambar. Sebaliknya, jika tidak bisa menangkap siaran digital, maka pesawat televisi sama sekali tidak menyiarkan gambar.
Manfaat siaran televisi terestrial digital tidak hanya dirasakan masyarakat, namun, juga industri telekomunikasi. Migrasi siaran dari analog ke digital sejatinya adalah tata kelola spektrum frekuensi radio agar lebih efisien.
Ketika semua siaran televisi terestrial sudah pindah ke digital, akan ada kelebihan spektrum frekuensi (dividen digital) di pita 700Mhz sebesar 112MHz dan cadangan 40MHz.
Frekuensi tersebut bisa dioptimalkan untuk kebutuhan telekomunikasi seperti memperluas jangkauan 4G dan internet.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kolaborasi G-Dragon x PUBG Mobile resmi dirilis, tersedia item eksklusif
23 September 2025 15:09 WIB
Ketua KPU Gumas pastikan pelaksanaan pemungutan suara pilkada berjalan baik
27 November 2024 16:40 WIB, 2024
KPU Gumas: Debat publik ruang penting bagi pemilih dalam menilai paslon
08 November 2024 15:30 WIB, 2024
Kejari Bartim musnahkan 64 paket sabu dan 16 ribu tablet obat daftar G
04 November 2024 15:22 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Terlibat penyelundupan 2 ton sabu, ABK asal Thailand divonis seumur hidup di Batam
07 March 2026 15:52 WIB
Transparansi pangan, SPPG di Jepara wajib cantumkan label harga dan kandungan gizi
06 March 2026 17:33 WIB