Program mudik gratis salah satu upaya cegah kemacetan
Jumat, 29 April 2022 15:41 WIB
Sejumlah pemudik berada dalam bus saat mengikuti Mudik Aman Mudik Sehat BUMN 2022 di Jakarta, Rabu (27/4/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU
Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyebutkan tujuan program mudik gratis yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah, swasta dan juga Polri, salah satunya untuk mencegah kemacetan di ruas-ruas jalan jalur mudik.
"Karena diprediksi tahun ini (pemudik) melonjak setelah dua tahun mudik tidak dilakukan," kata Sigit dalam acara pelepasan mudik gratis Polri 2022 di Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Jumat.
Berdasarkan data Litbang Kementerian Perhubungan diperkirakan ada 82 juta masyarakat melakukan mudik tahun ini, sebanyak 24 juta di antaranya menggunakan kendaraan mobil pribadi dan sekitar 17 juta menggunakan sepeda motor.
Tujuan utama mudik kebanyakan adalah jalur timur yakni ke arah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Jenderal bintang empat itu mengatakan pemerintah berupaya mengurangi pemudik menggunakan kendaraan pribadi dan sepeda motor, salah satunya lewat program mudik gratis.
Selain itu, tujuan utama program mudik gratis yang dilaksanakan ini adalah untuk membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.
Polri memberangkatkan 220 bus dengan penumpang 11.300 mengikuti program mudik gratis ini dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur.
"Baru saja kami melepas mudik gratis tahap ketiga karena kita lakukan berturut-turut dari mulai dua hari lalu (Senin dan Selasa). Rata-rata mudik gratis ini diikuti saudara kita, ada yang PKL, tukang cukur, ada ASN, mahasiswa, buruh dan profesi lain," kata Sigit.
Dalam kesempatan itu pula, Sigit kembali mengimbau masyarakat yang mau mudik juga memanfaatkan moda transportasi umum lainnya seperti kereta api dan kapal laut. Hal ini dilakukan guna mengurangi beban jalan dan menghindari kemacetan.
Selain itu, Sigit juga meminta masyarakat yang mudik tetap menjaga protokol kesehatan (prokes), serta melengkapi vaksinasi hingga dosis III atau booster jika belum dilakukan.
Ia mengingatkan kecenderungan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 setelah hari besar keagamaan dan tahun baru tidak terulang lagi dengan sama-sama mendisiplinkan diri menjaga protokol kesehatan.
"Positivity rate 0,58 di bawah 1. Angka harian 300-600 dan ini harus dipertahankan. Kita jaga mudik dengan aman namun sehat, juga pasca Idul Fitri angka COVID-19 bisa dikendalikan dan ini akan berdampak pertumbuhan ekonomi kita," kata Sigit.
"Karena diprediksi tahun ini (pemudik) melonjak setelah dua tahun mudik tidak dilakukan," kata Sigit dalam acara pelepasan mudik gratis Polri 2022 di Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Jumat.
Berdasarkan data Litbang Kementerian Perhubungan diperkirakan ada 82 juta masyarakat melakukan mudik tahun ini, sebanyak 24 juta di antaranya menggunakan kendaraan mobil pribadi dan sekitar 17 juta menggunakan sepeda motor.
Tujuan utama mudik kebanyakan adalah jalur timur yakni ke arah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Jenderal bintang empat itu mengatakan pemerintah berupaya mengurangi pemudik menggunakan kendaraan pribadi dan sepeda motor, salah satunya lewat program mudik gratis.
Selain itu, tujuan utama program mudik gratis yang dilaksanakan ini adalah untuk membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.
Polri memberangkatkan 220 bus dengan penumpang 11.300 mengikuti program mudik gratis ini dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur.
"Baru saja kami melepas mudik gratis tahap ketiga karena kita lakukan berturut-turut dari mulai dua hari lalu (Senin dan Selasa). Rata-rata mudik gratis ini diikuti saudara kita, ada yang PKL, tukang cukur, ada ASN, mahasiswa, buruh dan profesi lain," kata Sigit.
Dalam kesempatan itu pula, Sigit kembali mengimbau masyarakat yang mau mudik juga memanfaatkan moda transportasi umum lainnya seperti kereta api dan kapal laut. Hal ini dilakukan guna mengurangi beban jalan dan menghindari kemacetan.
Selain itu, Sigit juga meminta masyarakat yang mudik tetap menjaga protokol kesehatan (prokes), serta melengkapi vaksinasi hingga dosis III atau booster jika belum dilakukan.
Ia mengingatkan kecenderungan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 setelah hari besar keagamaan dan tahun baru tidak terulang lagi dengan sama-sama mendisiplinkan diri menjaga protokol kesehatan.
"Positivity rate 0,58 di bawah 1. Angka harian 300-600 dan ini harus dipertahankan. Kita jaga mudik dengan aman namun sehat, juga pasca Idul Fitri angka COVID-19 bisa dikendalikan dan ini akan berdampak pertumbuhan ekonomi kita," kata Sigit.
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Whoosh menjadi transportasi favorit pilihan masyarakat untuk mudik Lebaran 2026
01 April 2026 17:30 WIB
Pergerakan penumpang Lebaran 2026 di Bandara Haji Asan Sampit capai 10.537 orang
31 March 2026 6:37 WIB
Posko Angkutan Lebaran ditutup, penumpang di Pelabuhan Sampit turun 2.643 orang
30 March 2026 14:08 WIB
Terminal Pulo Gebang layani ratusan ribu penumpang selama arus mudik Lebaran 2026
30 March 2026 11:23 WIB
Kelancaran arus mudik dan balik didukung oleh kolaborasi serta kepatuhan pengguna jalan
29 March 2026 12:57 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Karantina Kalbar perketat pengawasan, cegah perdagangan satwa liar di perbatasan
27 April 2026 16:37 WIB