Logo Header Antaranews Kalteng

Posko Angkutan Lebaran ditutup, penumpang di Pelabuhan Sampit turun 2.643 orang

Senin, 30 Maret 2026 14:08 WIB
Image Print
Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian saat menutup Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 di Pelabuhan Sampit, Senin (30/3/2026). ANTARA/HO-KSOP Sampit

Sampit (ANTARA) - Penyelenggaraan angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, berjalan lancar, meski jumlah penumpang turun 2.643 orang dibanding tahun sebelumnya.

"Jumlah penumpang turun tahun 2026 sebanyak 4.317 orang dan penumpang naik 8.873 orang. Total penumpang naik dan turun angkutan laut Lebaran tahun 2026 sebanyak 13.190 orang, mengalami penurunan sebesar -16,69 persen atau 2.643 orang dari tahun 2025," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Hotman Siagian di Sampit, Senin.

Informasi itu disampaikan Hotman saat menutup Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026. Penutupan ini merupakan agenda serentak dipimpin Menteri Perhubungan yang disaksikan melalui virtual oleh insan perhubungan terkait di daerah.

Menurutnya, penurunan jumlah penumpang terjadi lantaran lamanya posko angkutan Lebaran tahun ini lebih singkat yakni 18 hari, sedangkan pada 2025 selama 23 hari. Selain itu, jumlah jadwal keberangkatan kapal tahun ini hanya 12 armada, sedangkan tahun lalu 14 armada.

Secara keseluruhan, penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan dengan sukses, humanis, aman dan lancar. Kolaborasi dengan TNI, Polri dan semua pihak, termasuk pers yang membantu menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat.

Penyelenggaraan angkutan Lebaran Idul Fitri di Pelabuhan Sampit juga mendapat kunjungan dari Gubernur Agustiar Sabran, anggota DPR RI Muhammad Syauqie, Kapolda, Pangdam, Danrem, Bupati Kotawaringin Timur dan pejabat lainnya.

Hotman juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Dinas Sosial Kotawaringin Timur yang membantu mendirikan tenda sehingga bisa dimanfaatkan oleh penumpang saat menunggu keberangkatan kapal.

"Kami juga mengevaluasi soal jadwal penumpang. Kemarin Minggu (15/3) tiga kapal langsung berangkat pada waktu berdekatan. Harapan kami, operator kapal saling koordinasi. Jeda keberangkatan minimal tiga jam supaya tidak ada antrean dan penumpukan penumpang," ujarnya.

Hotman menambahkan, pelaksanaan Posko Angkutan Laut Lebaran merupakan agenda tahunan yang memiliki nilai strategis dan tugas mulia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Posko ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata komitmen bersama bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun balik melalui transportasi laut.

Baca juga: Bupati Kotim perketat aturan penyaluran hibah dan bansos

Hotman berterima kasih karena selama periode posko, semua unsur terkait telah bekerja keras, siang dan malam untuk memastikan kelancaran arus penumpang, keamanan pelayaran, serta kenyamanan seluruh pengguna jasa.

"Alhamdulillah, berkat kerja sama dan pengabdian lintas instansi, koordinasi yang solid, dan dedikasi seluruh petugas, pelaksanaan angkutan laut Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan tertib, aman, humanis dan lancar," ujar Hotman.

Menurutnya, tidak ada kejadian besar yang mengganggu keselamatan pelayaran, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan lebih tenang. Ini adalah pencapaian yang patut disyukuri bersama.

Hotman menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas posko, mitra kerja, serta pemangku kepentingan yang telah berkontribusi. Semangat kebersamaan ini adalah modal besar untuk terus melayani dan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut.

"Sebagaimana pepatah mengatakan Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kebersamaan yang kita tunjukkan selama posko ini adalah bukti dan wujud nyata bahwa sinergi antarinstansi mampu menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat," tegasnya.

Hotman menambahkan, penutupan posko hari ini bukanlah akhir dari tugas, melainkan awal dari evaluasi dan peningkatan pelayanan publik. Pengalaman tahun ini menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.

Semua pihak diharapkan terus berkomitmen pada prinsip keselamatan, pelayanan prima, dan transparansi. Dia berharap semua pihak dapat memperkuat digitalisasi layanan, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memperhatikan aspek humanis dalam pelayanan.

"Karena pada akhirnya, keberhasilan kita bukan hanya diukur dari angka statistik, tetapi dari senyum dan rasa aman masyarakat yang kita layani," demikian Hotman Siagian.

Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian melalui Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit, Gusti Muchlis mengatakan, penyelenggaraan angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah dilaksanakan 13 Maret sampai 30 Maret 2026.

"Jumlah armada yang tersedia sebanyak Armada dengan total 12 Call (keberangkatan) milik PT Pelni dan PT DLU yang menjadi operator kapal penumpang utama dalam layanan Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit," demikian Muchlis.

Baca juga: KSOP Sampit apresiasi kekompakan penanganan cepat kebakaran kapal di Sungai Mentaya

Baca juga: Wabup Kotim dukung PP Tunas untuk lindungi anak dari paham menyimpang

Baca juga: Kebakaran kapal di Sungai Mentaya renggut korban jiwa



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026