Logo Header Antaranews Kalteng

Pelabuhan Sampit sambut mudik susulan

Kamis, 26 Maret 2026 21:02 WIB
Image Print
Pilih mudik susulan, lebih dari seribu penumpang berangkat dari Pelabuhan Sampit, Kamis (26/3/2026). (ANTARA/Devita Maulina)

Sampit (ANTARA) - Posko Angkutan Laut Lebaran di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengungkapkan telah terjadi kegiatan mudik susulan pasca berlalunya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Hari ini bisa dibilang masih arus mudik, dibuktikan dengan banyaknya penumpang yang berangkat. Mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya ini mereka yang tidak kebagian tiket sebelum hari raya dan ada juga yang sengaja mengejar Lebaran Ketupat,” kata Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit Gusti Muchlis di Sampit, Kamis.

Hal ini ia sampaikan saat memantau embarkasi penumpang di Pelabuhan Sampit untuk Kapal Motor (KM) Lawit dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) yang mengangkut 1.209 penumpang dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Jumlah penumpang ini tergolong masih cukup tinggi jika dibanding hari normal yang biasanya berkisar 500-700 penumpang saja.

Gusti menjelaskan, pola seperti ini memang biasa terjadi setiap tahun. Pasalnya, jumlah penumpang pada keberangkatan kapal setelah Lebaran biasanya memang masih tinggi dikarenakan adanya fenomena mudik susulan.

Fenomena ini terjadi karena beberapa alasan, antara lain, pemudik yang tidak kebagian tiket sebelum Lebaran sehingga baru bisa berangkat setelahnya.

Ada juga yang mudik susulan karena ingin merayakan Hari Raya Ketupat, yakni tradisi perayaan yang dilakukan sebagian masyarakat muslim, khususnya di Jawa, sepekan setelah Idul Fitri atau pada 8 Syawal.

“Karena itulah sampai sekarang jumlah penumpang yang berangkat masih tinggi. Namun, untuk arus balik sendiri masih landai. Kemarin jumlah penumpang yang datang hanya 189 orang,” lanjutnya.

Baca juga: Bupati Kotim tekankan program harus tepat sasaran di tengah menurunnya anggaran

Gusti menyebut banyaknya jumlah penumpang yang berangkat ini berbanding terbalik dengan penumpang turun pada hari sebelumnya dari kapal yang sama.

KM Lawit sebagai kapal pertama pada arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit pada hari sebelumnya hanya membawa 189 penumpang. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa arus balik masih landai.

Masih berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, menurut Gusti pergerakan penumpang pada momentum arus mudik dan arus balik memang berbeda. Jika pada arus mudik, warga cenderung tergesa-gesa karena mengejar waktu Lebaran.

Sementara, pada arus balik warga cenderung lebih santai, sehingga kedatangan pemudik pun bertahap. Bahkan, ia memperkirakan pergerakan arus balik ini masih akan terjadi sebulan setelah Lebaran.

“Biasanya sampai posko berakhir pun arus balik masih terjadi. Apalagi tahun ini periode posko lebih pendek. Tahun lalu posko berlangsung 22 hari, sedangkan tahun ini hanya 18 hari. Jadi kemungkinan arus balik itu puncaknya setelah periode posko berakhir,” ujarnya.

Periode Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit berlaku mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Rentang waktu ini ditentukan langsung oleh Kementerian Perhubungan, sehingga meskipun arus balik masih terjadi, posko akan tetap berakhir sesuai jadwal yang ditentukan.

Ia menambahkan, keberangkatan KM Lawit Kamis ini merupakan armada kedelapan yang disiapkan untuk Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit. Dengan begitu, hanya tersisa empat dari total 12 jadwal keberangkatan yang disiapkan pada periode tersebut.

Total jumlah penumpang yang berangkat pada periode tersebut hingga kini sebanyak 7.887 orang, sedangkan penumpang turun 1.157 orang.

Baca juga: Kotim berduka, Camat Baamang Sufiansyah tutup usia

Baca juga: Kapal perdana arus balik Lebaran tiba di Pelabuhan Sampit

Baca juga: Kunjungan di Disdukcapil Kotim naik dua kali lipat usai libur Lebaran



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026