Logo Header Antaranews Kalteng

Kotim berduka, Camat Baamang Sufiansyah tutup usia

Kamis, 26 Maret 2026 20:34 WIB
Image Print
Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Kotim Irawati saat melayat ke rumah duka, Kamis (26/3/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kehilangan salah satu putra daerah terbaiknya. Camat Baamang, Sufiansyah bin Nazaruddin, dinyatakan meninggal dunia di RSUD dr Murjani Sampit pada Kamis (26/3) pukul 14.27 WIB.

“Kami atas nama pribadi, keluarga, dan Pemkab Kotim menyatakan turut berduka cita. Beliau salah satu putra terbaik daerah yang pengabdiannya sudah cukup lama hingga jabatan terakhir sebagai Camat Baamang,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Kamis.

Hal ini ia sampaikan usai melayat bersama sang istri yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kotim Khairiah Halikinnor. Selain itu, tampak juga Wakil Bupati Kotim Irawati dan para pejabat daerah di antara para pelayat yang memadati rumah duka.

Orang nomor satu di Kotim ini pun menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum yang telah lama mengabdi sebagai ASN di lingkungan Pemkab Kotim.

Halikinnor menyebut, kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi jajaran Pemkab Kotim. Almarhum yang dikenal sebagai birokrat berdedikasi tinggi dan dekat dengan masyarakat.

Ia mengenang Sufiansyah sebagai sosok yang sangat mudah bergaul dan rendah hati. Almarhum dikenal dekat dengan berbagai lapisan masyarakat, baik generasi muda maupun tokoh tua.

Hal inilah yang membuat masyarakat Baamang sangat menyayangi almarhum selama menjabat sebagai pimpinan di wilayah kecamatan tersebut sejak 2023 silam.

“Beliau orang yang suka bergaul, baik dengan pemuda maupun orang tua. Beliau cukup lama di Baamang karena diminta masyarakat di sini. Kami berterima kasih atas segala jasa dan pengabdiannya selama bertugas,” tuturnya.

Baca juga: Kapal perdana arus balik Lebaran tiba di Pelabuhan Sampit

Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa masa jabatan Sufiansyah di Baamang tergolong cukup lama karena adanya aspirasi langsung dari masyarakat. Hal ini membuktikan tingkat kepercayaan warga yang sangat tinggi terhadap kepemimpinan almarhum.

Meski masih menyisakan masa bakti sekitar dua tahun sebelum memasuki masa pensiun, takdir berkata lain. Halikinnor mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Beliau masih belum pensiun, kurang lebih 2 tahun lagi. Tapi Allah memanggil dan sudah saatnya beliau kembali. Kita doakan mudah-mudahan beliau husnul khotimah dan keluarga diberi kesabaran,” doanya.

Duka juga dirasakan oleh Anggota DPRD Kotim Dadang Siswanto. Ia mengaku terkejut atas berita duka tersebut dan menyebut Sufiansyah sebagai rekan sekaligus pejabat terbaik yang pernah dimiliki oleh Bumi Habaring Hurung.

“Sore hari ini kita dikejutkan atas berita duka berpulangnya teman terbaik, abang, bahkan salah satu pejabat terbaik di Kotim. Selamat jalan saudara Sufiansyah, semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT,” ucapnya.

Disamping, Dadang pun memberikan catatan penting bagi Pemkab Kotim untuk segera mengisi kekosongan jabatan Camat Baamang. Mengingat Baamang adalah wilayah strategis yang membutuhkan kepemimpinan yang aktif dan responsif.

“Pemerintah daerah harus bergerak cepat menyikapi ini, jangan sampai ada kekosongan kepemimpinan. Pejabat sementara harus segera disiapkan, baik dari internal maupun eksternal,” saran politisi tersebut.

Ia menitipkan pesan agar siapa pun yang menggantikan posisi almarhum nanti, harus memiliki karakter kepemimpinan yang serupa. Terutama dalam hal kedekatan personal dan kepedulian yang tinggi terhadap persoalan di tengah masyarakat.

"Setidaknya sikap terhadap masyarakat mendekati sebagaimana yang dilakukan almarhum yang selama ini sangat dekat dengan masyarakat. Itu yang sangat kita harapkan," pungkas Dadang.

Baca juga: Kunjungan di Disdukcapil Kotim naik dua kali lipat usai libur Lebaran

Sementara itu, pihak keluarga melalui keponakan almarhum, Zainal Arifin, membeberkan kronologi sebelum Sufiansyah wafat. Kondisi kesehatan almarhum diketahui mulai menurun drastis sejak Selasa malam (24/3) hingga harus dilarikan ke medis.

“Malam Selasa sempat dibawa adiknya ke klinik dokter Rosalina, tapi kami arahkan langsung ke RSUD dr Murjani Sampit saja. Sejak itu almarhum dirawat sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir hari ini," ujarnya.

Ia menerangkan, pihaknya menyarankan agar mendiang langsung dibawa ke rumah sakit karena mempertimbangkan kelengkapan peralatan di klinik yang tidak sebaik rumah sakit.

Terlebih saat itu, Sufiansyah sudah dalam kondisi sesak napas akut tanpa indikasi penyakit yang jelas. Baru setelah diperiksa di rumah sakit diketahui bahwa yang bersangkutan mengidap infeksi paru-paru.

“Karena di klinik peralatan tidak lengkap, sedangkan kondisinya sudah sesak nafas. Baru setelah di rumah sakit diketahui bahwa beliau menderita infeksi paru-paru,” bebernya.

Ia melanjutkan, gejala penyakit tersebut sebenarnya sudah muncul cukup lama,, sekitar sebulan sebelumnya. Almarhum sempat mengeluhkan nyeri di bagian pinggang dan kaki yang membuatnya terpaksa tidak aktif bekerja di kantor camat selama beberapa waktu.

Namun kala itu almarhum tidak langsung diperiksa di rumah sakit dan memilih pengobatan alternatif. Baru Selasa malam almarhum dilarikan ke rumah sakit.

“Almarhum rencananya dimakamkan besok, Jumat (27/3), di tempat pemakaman umum belakang Pasar Keramat. Kami dari pihak keluarga mohon doanya untuk almarhum dan maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama almarhum hidup,” demikian Zainal.

Baca juga: RSUD dr Murjani Sampit jadikan kritik sebagai bahan evaluasi pelayanan

Baca juga: BPBD Kotim berjibaku padamkan dua kebakaran lahan di Sampit

Baca juga: Setoran pajak Rp1,4 miliar masuk kas daerah Kotim usai libur Lebaran



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026