Logo Header Antaranews Kalteng

RSUD dr Murjani Sampit jadikan kritik sebagai bahan evaluasi pelayanan

Rabu, 25 Maret 2026 19:13 WIB
Image Print
Direktur Utama RSUD dr Murjani Sampit dr. Yulia Nofiany menanggapi kritikan terhadap pelayanan petugas keamanan rumah sakit, Rabu (25/3/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Manajemen RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menanggapi positif kritik masyarakat melalui media sosial terkait pelayanan petugas keamanan, dan menjadikan hal ini sebagai bahan evaluasi internal guna memberikan pelayanan yang lebih baik.

Direktur Utama RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany di Sampit, Rabu, mengatakan kritik selalu dilihat sebagai evaluasi pihaknya, agar menjadi lebih baik kedepannya.

"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang memberikan atensi kepada layanan kami. Berarti mereka memperhatikan, menyayangi, dan menginginkan kami menjadi lebih baik," ucapnya.

Baru-baru ini RSUD dr Murjani Sampit kembali menjadi perbincangan warganet setempat, lantaran pelayanan dari petugas keamanan hingga staf administrasi yang dinilai kurang profesional.

Meski terkesan negatif, pihak rumah sakit memandang masukan tersebut bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai bahan evaluasi internal yang sangat berharga.

Menurut dr Yulia, kritikan merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang menginginkan rumah sakit daerah tersebut menjadi lebih baik lagi dalam melayani pasien. Oleh karena itu, setiap masukan yang datang akan dijadikan bahan evaluasi internal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sebagai langkah konkret, dirinya pun telah menginstruksikan bidang terkait yang menjadi atasan langsung untuk segera melakukan evaluasi kinerja. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh elemen di rumah sakit memahami hakikat tugas mereka sebagai pelayan masyarakat.

"Kami di rumah sakit ini memang hakikatnya adalah pelayanan masyarakat. Jadi masalah kritik atau saran itu kami menerima dengan senang hati," ujarnya.

Baca juga: BPBD Kotim berjibaku padamkan dua kebakaran lahan di Sampit

Ia menyadari masyarakat saat ini mengharapkan pelayanan prima yang mengedepankan keramahtamahan di setiap lini. Maka, motivasi terus diberikan kepada seluruh tim, agar tetap konsisten memberikan kemampuan terbaik mereka dalam bertugas.

Yulia menjelaskan pelayanan di RSUD dr Murjani Sampit merupakan satu rangkaian panjang yang melibatkan 826 pegawai dari berbagai profesi. Mulai dari proses pendaftaran, penanganan medis, hingga pasien dinyatakan keluar, semuanya saling terkoneksi dalam satu sistem.

Dengan kompleksnya rangkaian layanan tersebut, ia mengharapkan kritik yang disampaikan masyarakat dapat lebih spesifik dan berimbang. Hal ini sangat diperlukan, agar manajemen dapat melakukan intervensi yang tepat sasaran pada titik-titik yang memang memerlukan perbaikan.

"Harus jelas mengkritiknya yang mana, kasusnya seperti apa. Harus jelas kritik dan saran yang produktif, agar perbaikan kami bisa lebih terarah di titik yang dikeluhkan tersebut," demikian Yulia.

Baca juga: Setoran pajak Rp1,4 miliar masuk kas daerah Kotim usai libur Lebaran

Baca juga: Wabup Kotim sidak pelayanan publik pascalibur Lebaran

Baca juga: Petugas kebersihan di Kotim tetap bertugas saat libur Lebaran



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026