
Wabup Kotim sidak pelayanan publik pascalibur Lebaran

Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelayanan publik guna memastikan operasional tetap berjalan optimal di hari pertama kerja usai libur Lebaran.
“Kegiatan ini menindaklanjuti arahan dari Bupati berkaitan dengan kebijakan yang membolehkan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari dari mana saja. Ada beberapa hal yang jadi catatan saya,” kata Irawati di Sampit, Rabu.
Sidak ini menyasar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta RSUD dr. Murjani Sampit. Dalam kegiatan itu, Irawati sempat berbincang dengan sejumlah warga untuk mengetahui kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
Ia pun menemukan adanya penumpukan antrean warga di Disdukcapil, sementara jumlah pegawai yang bertugas di kantor atau Work From Office (WFO) terbilang cukup sedikit.
Mendapati kondisi tersebut, Irawati menilai kebijakan WFA kurang efektif bagi kantor pelayanan publik. Ia pun berencana meminta Bupati Kotim mengevaluasi aturan tersebut agar instansi strategis dikecualikan dari kebijakan WFA di masa mendatang.
“Ini akan menjadi masukan saya nanti kepada Bupati agar dievaluasi kembali kantor-kantor pelayanan seperti Disdukcapil, Bapenda, Dinas Kesehatan maupun rumah sakit agar dikecualikan dari WFA,” ujarnya
Menurut laporan yang ia terima, banyak pegawai Disdukcapil yang mengambil skema WFO sebelum Lebaran, sehingga setelah Lebaran banyak yang WFA.
Baca juga: Petugas kebersihan di Kotim tetap bertugas saat libur Lebaran
Hal ini memang tidak melanggar kebijakan, namun mengakibatkan petugas lapangan kewalahan melayani warga yang membludak pasca libur panjang untuk mengurus berbagai administrasi kependudukan.
Selain itu, ia juga memantau terkait ketersediaan logistik di Disdukcapil, berupa blanko KTP. Irawati memastikan bahwa stok blanko KTP dalam kondisi aman dan lengkap.
“Jadi untuk masyarakat yang sebelumnya tertunda mencetak KTP akibat kekosongan blanko untuk segera datang melakukan pengurusan,” imbaunya.
Kondisi berbeda ditemukan saat sidak berlanjut ke RSUD dr. Murjani Sampit. Di sana, Irawati memberikan apresiasi karena pelayanan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh jajaran dokter dilaporkan siap siaga meski sebagian sedang mengambil cuti.
Pihak rumah sakit telah menyiapkan dokter pengganti bagi mereka yang cuti, sehingga tidak mengganggu antrean pasien. Irawati juga memuji adanya ruang pelayanan khusus bagi warga dari wilayah pelosok seperti Antang Kalang dan Telawang.
“Misalkan dari tempat jauh mereka tidak masuk daftar online, mereka tetap dilayani secara manual. Jadi tidak ada bahasanya tidak dilayani, tetap dilayani masyarakat kita,” demikian Irawati.
Baca juga: DPRD Kotim sebut kehadiran Beras Itah wujud kedaulatan pangan lokal
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Murjani Sampit dr. Yulia Nofiany menyampaikan bahwa seluruh layanan poliklinik telah beroperasi normal pada hari pertama kerja setelah libur panjang.
“Per hari ini seluruh 23 poli buka seperti biasanya. Kami sudah tekankan kepada tim medis bahwa tanggal 25 wajib buka demi komitmen pelayanan,” tegas Yulia.
Selama masa libur Lebaran sebelumnya, manajemen rumah sakit telah mengarahkan seluruh penanganan kasus darurat melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD). Hal ini memastikan pelayanan medis tetap siaga 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan tindakan mendesak.
Meski kini operasional telah kembali normal, dr. Yulia mencatat tingkat kunjungan pasien belum mencapai puncaknya. Jika biasanya rumah sakit melayani 400 hingga 500 pasien per hari, angka kunjungan saat ini terpantau masih di bawah rata-rata tersebut.
Kondisi ini tergolong tidak biasa, sebab poli penyakit dalam umumnya selalu dipadati pasien setiap harinya.
“Mungkin kesadaran masyarakat akan kesehatan sudah menjadi lebih baik, kalau begitu tentu kami pun bersyukur. Atau bisa juga karena skrining kesehatan di puskesmas diperketat sehingga angka kunjungan ke rumah sakit menurun,” tuturnya
Mengenai ketersediaan tenaga medis, Yulia memastikan dokter spesialis tetap lengkap dan bersiaga. Meskipun ada dokter yang mengambil cuti yang telah diajukan jauh hari, sistem pembagian tugas tetap berjalan agar tidak ada kekosongan layanan.
“Sebagai contoh, pada poli penyakit dalam yang diperkuat oleh empat orang dokter spesialis, layanan tetap berjalan meski satu atau dua dokter sedang cuti. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk melayani di waktu yang sudah ditetapkan,” demikian Yulia.
Baca juga: Legislator Kotim soroti minimnya fasilitas sanitasi sekolah
Baca juga: Usai Lebaran, harga bahan pangan di Sampit masih tinggi
Baca juga: Pantau Pantai Ujung Pandaran, Wabup Kotim ajak pengunjung bersihkan sampah
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
