
Pantau Pantai Ujung Pandaran, Wabup Kotim ajak pengunjung bersihkan sampah

Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Irawati memantau situasi di objek wisata Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit, sekaligus mengajak pengunjung membersihkan sampah di lokasi tersebut.
"Jangan buang sampah sembarangan. Berwisata jangan malah menyisakan sampah. Mari bersama kita jaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan daerah kita," katanya, Senin.
Dalam kunjungan tersebut, Irawati berbincang dengan petugas, pengunjung dan pengelola tempat wisata. Dia juga menyempatkan membersihkan sampah di pantai, seraya mengajak pengunjung berpartisipasi dan menjaga kebersihan.
Irawati menjelaskan, kunjungannya tersebut untuk melakukan pemantauan keamanan kawasan objek wisata, khususnya di Pantai Ujung Pandaran dan beberapa titik wisata lainnya di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dia bersama Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain melaksanakan patroli untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, terutama menjelang dan selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta para wisatawan," demikian Irawati.
Sementara itu, sejak Minggu (22/3) atau sehari setelah Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Pantai Ujung Pandaran langsung diserbu pengunjung. Antrean panjang kendaraan roda empat bahkan sempat terjadi, namun kemudian petugas bertindak cepat sehingga arus lalu lintas tetap tertib.
Diperkirakan ada ribuan wisatawan yang datang ke tempat wisata yang berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat Kota Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur ini.
Wisatawan yang datang tidak hanya dari Kabupaten Kotawaringin Timur, tetapi juga dari luar daerah, seperti Seruyan, Kotawaringin Barat, Katingan, bahkan Palangka Raya.
Baca juga: Harga cabai rawit di Sampit tembus Rp180.000 per kg usai Lebaran
Pantai Ujung Pandaran semakin diminati masyarakat. Selain pemandangan alamnya, keberadaan belasan penginapan dengan berbagai fasilitasnya di pantai ini, juga menjadi daya tarik pengunjung.
Pengunjung bisa memilih kamar dengan tarif mulai Rp100 ribu hingga di atas Rp1 juta, tergantung ukuran, letak dan fasilitas kamar tersebut. Namun ada pula yang menyediakan tempat bagi pengunjung yang ingin bermalam dengan membawa kemah atau tenda sendiri.
Jika tidak ingin menginap, wisatawan cukup membayar biaya masuk di kawasan-kawasan penginapan yang dikelola swasta dengan tarif sekitar Rp30 ribu per mobil. Namun jika ingin gratis, terdapat pula lokasi-lokasi lahan kosong yang belum dikelola pemiliknya.
Ramainya pengunjung di Pantai Ujung Pandaran diperkirakan masih akan terjadi hingga berakhirnya libur Lebaran. Keindahan pantai yang menghadap Laut Jawa ini masih menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berwisata.
Daya tarik lain di Pantai Ujung Pandaran adalah objek wisata religi yaitu kubah atau makam ulama bernama Syekh Abu Hamid. Syekh Abu Hamid menurut nasabnya yaitu Syekh Abu Hamid bin Mufti Muhammad As'ad bin Syarifah binti Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.
Tidak jauh dari kawasan pantai tersebut, juga terdapat objek wisata air terjun. Meski kecil, air terjun ini cukup unik karena airnya sedikit kemerahan karena tanah merupakan gambut. Oleh karena itu sebagian warga menyebut air terjun ini dengan nama Air Terjun Merah.
Sementara itu, Polres Kotawaringin Timur bersama pemerintah daerah dan instansi terkait mendirikan pos di kawasan Pantai Ujung Pandaran. Selain menjaga keamanan, pos tersebut juga untuk mengatur lalu lintas agar tidak macet, serta memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan bantuan.
"Walaupun cukup jauh dan harus antre, tapi senang bisa berwisata ke Pantai Ujung Pandaran. Rasa lelah itu terbayar dengan suasana menyenangkan. Kami hampir tiap tahun berwisata ke sana. Keberadaan petugas juga sangat membantu sehingga semua berjalan aman dan tertib," demikian Adit, salah seorang pengunjung.
Baca juga: Sudah 2.490 atlet terdaftar Porprov Kalteng 2026, tiga daerah belum
Baca juga: Pantai Ujung Pandaran masih jadi objek wisata favorit di Kotim
Baca juga: Bupati sebut open house Idul Fitri momentum pererat silaturahim ke masyarakat Kotim
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
