Logo Header Antaranews Kalteng

Pantai Ujung Pandaran masih jadi objek wisata favorit di Kotim

Minggu, 22 Maret 2026 17:56 WIB
Image Print
Wisatawan memadati salah satu lokasi di Pantai Ujung Pandaran memanfaatkan libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/3/2026). ANTARA/HO

Sampit (ANTARA) - Memasuki libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, objek wisata Pantai Ujung Pandaran di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, langsung diserbu wisatawan yang ingin bersantai.

"Pantai Ujung Pandaran masih jadi pilihan utama. Kami setiap libur Lebaran ke sini. Ini rencananya menginap semalam satu malam karena anak-anak juga masih libur sekolah," kata Adit, salah seorang pengunjung, Minggu.

Sehari setelah merayakan Idul Fitri, masyarakat langsung memanfaatkan libur dengan berwisata ke Pantai Ujung Pandaran. Diperkirakan ada ribuan wisatawan yang datang ke tempat wisata yang berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat Kota Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur ini.

Wisatawan yang datang tidak hanya dari Kabupaten Kotawaringin Timur, tetapi juga dari luar daerah, seperti Seruyan, Kotawaringin Barat, Katingan, bahkan Palangka Raya.

Pantai Ujung Pandaran semakin diminati masyarakat. Selain pemandangan alamnya, keberadaan belasan penginapan dengan berbagai fasilitasnya di pantai ini, juga menjadi daya tarik pengunjung.

Pengunjung bisa memilih kamar dengan tarif mulai Rp100 ribu hingga di atas Rp1 juta, tergantung ukuran, letak dan fasilitas kamar tersebut. Namun ada pula yang menyediakan tempat bagi pengunjung yang ingin bermalam dengan membawa kemah atau tenda sendiri.

Baca juga: DLH Kotim ingatkan pengelola tempat wisata bertanggung jawab menjaga kebersihan

"Untuk masuk ke satu tempat yang dikelola swasta itu tarifnya rata-rata Rp20 ribu sampai Rp30 ribu satu mobil. Nanti di dalam paling sumbangan di WC umum. Kalau kamar, tinggal pilih sesuai keinginan dan bugdet kita," kata Ria, pengunjung lainnya.

Ramainya pengunjung di Pantai Ujung Pandaran diperkirakan masih akan terjadi hingga berakhirnya libur Lebaran. Keindahan pantai yang menghadap Laut Jawa ini masih menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berwisata.

Daya tarik lain di Pantai Ujung Pandaran adalah objek wisata religi yaitu kubah atau makam ulama bernama Syekh Abu Hamid. Syekh Abu Hamid menurut nasabnya yaitu Syekh Abu Hamid bin Mufti Muhammad As'ad bin Syarifah binti Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Tidak jauh dari kawasan pantai tersebut, juga terdapat objek wisata air terjun. Meski kecil, air terjun ini cukup unik karena airnya sedikit kemerahan karena tanah merupakan gambut. Oleh karena itu sebagian warga menyebut air terjun ini dengan nama Air Terjun Merah.

Sementara itu, Polres Kotawaringin Timur bersama pemerintah daerah dan instansi terkait mendirikan pos di kawasan Pantai Ujung Pandaran. Selain menjaga keamanan, pos tersebut juga untuk mengatur lalu lintas agar tidak macet, serta memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan bantuan.

Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati sebelumnya meninjau kawasan objek wisata tersebut. Selain memantau kesiapan dan fasilitas, Irawati mengingatkan kepada pengelola penginapan untuk meningkatkan keamanan pengunjung, serta menjaga kebersihan pantai.

Baca juga: Bupati sebut open house Idul Fitri momentum pererat silaturahim ke masyarakat Kotim

Baca juga: Ratusan narapidana di Lapas Sampit terima remisi HBKN

Baca juga: Gerimis tak halangi kemeriahan Pawai Takbiran Keliling di Sampit



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026