
6.678 penumpang bertolak dari Pelabuhan Sampit selama arus mudik Lebaran

Sampit (ANTARA) - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mencatat sebanyak 6.678 orang bertolak dari Pelabuhan Sampit selama periode arus mudik Lebaran 2026.
“Jumlah penumpang yang naik atau berangkat dari Pelabuhan Sampit terhitung sejak dimulainya Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 itu sebanyak 6.678 orang, sedangkan penumpang turun sebanyak 968 orang,” kata Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit Gusti Muchlis di Sampit, Kamis.
Pria yang biasa dipanggil Muchlis ini menjelaskan, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari tujuh keberangkatan kapal sejak dimulainya Posko Angkutan Laut Lebaran 2026, yang berlaku selama 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Ribuan pemudik itu menyeberangi Pulau Kalimantan menuju Pulau Jawa, baik itu Pelabuhan Tanjung Emas Semarang maupun Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dengan kapal dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sampit dan PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit.
Kapal terakhir diberangkatkan pada hari ini, yakni KM Kirana III dengan tujuan Surabaya yang mengangkut 770 penumpang, sehari sebelumnya kapal tersebut tiba di Pelabuhan Sampit dengan membawa 144 penumpang turun.
Selain itu, berangkat lebih awal pada dini hari ada KM Dharma Rucitra VI dengan tujuan Semarang yang mengangkut 525 penumpang, dengan penumpang turun sehari sebelumnya sebanyak 74 orang.
“Jadi, untuk KM Kirana III hari ini adalah kapal terakhir yang melayani arus mudik. Untuk kedatangan kapal selanjutnya itu pada arus balik, rencananya yang pertama itu ada kapal dari PT Pelni baru disusul kapal dari PT DLU,” lanjutnya.
Baca juga: BMKG Kotim prakiraan malam takbiran diguyur hujan
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit ini meneruskan, untuk arus balik Lebaran 2026 ada lima jadwal kedatangan kapal yang disiapkan.
Kapal pertama yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Sampit pada periode arus balik adalah KM Lawit dari PT Pelni Cabang Sampit pada Rabu (25/3), yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Disusul oleh KM Kirana III dari PT DLU Cabang Sampit pada Jumat (27/3) yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Ia menambahkan, berdasarkan data pihaknya jumlah pemudik tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini sesuai dengan estimasi awal KSOP Kelas III Sampit bahwa akan terjadi peningkatan sekitar 10 persen.
Namun, bedanya durasi Posko Angkutan Laut Lebaran kali ini lebih singkat dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya posko dimulai H-10 Lebaran, sedangkan tahun ini dimulai dari H-8 Lebaran, sehingga jika dijumlahkan sejak dimulainya posko memang masih tinggi jumlah pemudik tahun sebelumnya.
“Dibanding tahun lalu jumlah pemudik tahun ini mengalami peningkatan. Disamping jumlah armadanya lebih banyak, persentase kami tahun ini memang estimasinya ada kenaikan 10 persen. Untuk data pastinya kami sampaikan setelah posko berakhir. Setelah ini kami akan fokus ke arus balik Lebaran,” demikian Gusti.
Baca juga: Dishub Kotim sayangkan keindahan Terowongan Nur Mentaya diusik tangan usil
Baca juga: BPBD Kotim tingkatkan pengawasan wisata danau buatan saat libur Lebaran
Baca juga: Kebakaran lahan dua lokasi di Sampit diduga disengaja
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
