
BMKG Kotim prakiraan malam takbiran diguyur hujan

Sampit (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit memprakirakan cuaca akan diliputi hujan pada sore hingga malam dalam dua hari ke depan yang memberikan gambaran kondisi pada malam takbiran menyambut Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Untuk nanti malam kemungkinan hujan intensitasnya ringan sampai sedang, besok juga sama. Hujannya diprakirakan mulai sore sampai malam hari,” kata Prakirawan BMKG Kotim Lyla Affifah di Sampit, Kamis.
Ia menyampaikan kondisi ini berpotensi terjadi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit.
Berpotensi meluas ke Kecamatan Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hulu, Parenggean, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Antang Kalang, Seranau, Cempaga Hulu, Telawang, Bukit Santuai, Tualan Hulu dan Telaga Antang.
Mengacu pada prakiraan cuaca mingguan wilayah Kalimantan Tengah per 19-25 Maret 2026 yang diterbitkan BMKG Kalteng melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, bahwa kondisi cuaca umumnya berawan hingga hujan ringan, potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.
Baca juga: Dishub Kotim sayangkan keindahan Terowongan Nur Mentaya diusik tangan usil
Suhu udara berkisar antara 23°C hingga 33°C. Kelembaban udara berkisar antara 55 persen hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari Barat Daya ke Timur dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 km/jam.
“Untuk prakiraan intensitas curah hujan masih aman, karena ringan hingga sedang. Namun, perlu tetap waspada karena cuaca bisa cepat berubah, apalagi dengan adanya potensi angin kencang, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan,” lanjut Lyla.
Sehubungan dengan prakiraan cuaca ini BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat dan angin kencang di wilayah Kalimantan Tengah.
Waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.
Waspada adanya pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) yang dapat berpotensi hujan sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalimantan Tengah.
Untuk tinggi gelombang sebenarnya masih tergolong aman, yakni berkisar 0,5 hingga 1 meter, namun dihimbau kepada masyarakat pesisir agar tetap berhati-hati ketika beraktivitas di laut,” demikian Lyla.
Baca juga: BPBD Kotim tingkatkan pengawasan wisata danau buatan saat libur Lebaran
Baca juga: Kebakaran lahan dua lokasi di Sampit diduga disengaja
Baca juga: Harga tinggi tak surutkan minat warga Kotim membeli emas jelang Lebaran
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
