Logo Header Antaranews Kalteng

BMKG imbau masyarakat waspada potensi hujan lebat di Kalteng

Senin, 13 April 2026 18:56 WIB
Image Print
Dokumentasi. Warga melintasi jalan raya di saat hujan mengguyur Kota Palangka Raya, Rabu (19/2/2026). (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah, Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengingatkan masyarakat di provinsi setempat untuk agar mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir hingga sepekan mendatang.

"Kami juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng," kata Prakirawan BMKG Kalteng, Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra di Palangka Raya, Senin.

Wilayah di Provinsi Kalteng itu meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.

Masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng juga diminta waspada dampak bencana yang ditimbulkan dari hujan lebat disertai angin kencang dan petir tersebut.

"Antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang," kata Chandra.

Dia menerangkan, sebelum terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB).

"Gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Kalimantan Tengah. Daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalteng," katanya.

Baca juga: Warga manfaatkan layanan hukum Kemenkum Kalteng di Kapuas Expo

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng.

Chandra menambahkan, pertumbuhan awan CB yang biasanya terlihat gelap ini merupakan tanda-tanda terjadinya hujan disertai angin kencang diikuti sambaran petir. Untuk itu jika warga saat melihat fenomena tersebut agar waspada dan segera mencari tempat berteduh, namun tidak di bawah pohon.

Selanjutnya, umumnya suhu udara berkisar antara 23 hingga 34 derajat celcius. Kelembaban udara berkisar antara 55 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 5 – 15 km/jam.

"Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat harus segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," katanya.

Masyarakat juga harus menjauhi papan reklame atau baliho, pohon besar, dan tidak berada di lapangan atau tempat terbuka untuk menghindari sambaran petir.

"Kami juga mengimbau masyarakat Kalteng agar mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat, yang dapat disertai petir kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung," kata Chandra.

Pihaknya secara berkala juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lain untuk menggambarkan potensi dan perkembangan cuaca terbaru guna antisipasi bencana.

Untuk dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG.

Baca juga: Bapenda Palangka Raya perkuat kepatuhan usaha lewat alat perekam pajak

Baca juga: PLN UID Kalselteng gelar peralatan siaga kelistrikan bersama media tunjukkan kesiapan layanan

Baca juga: Psikologi UMPR laksanakan kuliah lapangan di Panti Sosial Sinta Rangkang



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026