Logo Header Antaranews Kalteng

Dishub Kotim sayangkan keindahan Terowongan Nur Mentaya diusik tangan usil

Kamis, 19 Maret 2026 16:26 WIB
Image Print
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, Raihansyah saat berada di kawasan Terowongan Nur Mentaya. ANTARA/HO-Instagram Dishub Kotim

Sampit (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyayangkan tindakan usil oknum tidak bertanggung jawab yang diduga sengaja merusak aset penerangan jalan umum (PJU) sehingga mulai mengusik keindahan kawasan Terowongan Nur Mentaya.

"Kita lihat di kawasan Terowongan Mentaya Sampit ini ada beberapa ornamen-ornamen seperti telabang yang sengaja dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ada yang dipecah dan ada juga yang memang dilepas," kata Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Raihansyah di Sampit, Kamis.

Raihansyah bersama timnya memeriksa kembali satu persatu tiang-tiang PJU di kawasan wisata yang terletak di Jalan Tjilik Riwut tersebut. Hasilnya, sejumlah ornamen yang memperindah tiang PJU tersebut ditemukan rusak.

Pemeriksaan PJU di beberapa lokasi lainnya juga menunjukkan fakta menyedihkan. Banyak perlengkapan yang dirusak, disabotase, bahkan hilang diduga dicuri.

"Kami juga menemukan salah satu box PJU itu dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengganjal dan merusak kontaktor. Kontaktor berfungsi agar lampu menyala saat malam hari dan padam pada siang hari, tapi itu diganjal dengan menggunakan tusuk pentol sehingga lampu akan nyala terus siang malam," sambungnya.

Raihansyah sangat menyayangkan tindakan tersebut. Keberadaan PJU bukan saja untuk memperindah wajah Kota Sampit, tetapi juga demi keamanan dan keselamatan pengendara saat malam hari. Penerangan yang memadai dapat mencegah kecelakaan dan tindak kejahatan.

Tindakan pelaku sangat merugikan orang banyak, apalagi pembangunan PJU tersebut dibiayai menggunakan uang rakyat. Untuk itu, Raihansyah mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga aset Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, salah satunya PJU di Terowong Nur Mentaya dan ruas jalan lainnya.

"Apabila ada menemukan oknum-oknum itu atau melihat oknum tersebut di lapangan, silahkan melapor kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur. Kami juga selalu mengadakan pengawasan secara bertahap dan kontinyu di semua ruas jalan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur," demikian Raihansyah.

Baca juga: BPBD Kotim tingkatkan pengawasan wisata danau buatan saat libur Lebaran

Sementara itu, objek wisata Terowongan Nur diresmikan pada 10 Desember 2022 lalu oleh Bupati Halikinnor. Peresmian ditandai dengan menyalakan perdana lampu warna warni di kawasan yang berada di Jalan Tjilik Riwut tersebut.

Kawasan yang sebelumnya cukup gelap dan sepi itu, sontak berubah terang-benderang. Kawasan itu berubah drastis dan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat daerah ini.

Diberi nama Terowongan Nur Mentaya karena saat malam hari lampu hias yang melengkung dari kedua sisi ke tengah jalan terlihat ibarat membentuk sebuah terowongan cahaya. Halikinnor mengaku ide ini didasarkan pengalamannya saat menjalankan ibadah haji melihat Terowongan Mina yang terlihat cantik dengan gemerlap cahaya.

Nama Nur diambil dari Bahasa Arab yang berarti cahaya, sedangkan Mentaya merupakan semboyan Kotawaringin Timur yang diambil dari akronim Menarik, Tertib, Aman, dan Berbudaya.

Ada 172 tiang lampu hias di kawasan sepanjang 3 kilometer yang membentang dari Bundaran Adipura Jalan Samekto sampai Stadion 29 November Jalan Tjilik Riwut. Di setiap tiang lampu, pada bagian atasnya terdapat ornamen ikan jelawat yang merupakan maskot Kotawaringin Timur

Tiang lampu hias terbagi masing-masing 86 titik di kiri dan kanan jalan dengan jarak antartiang sekitar 30 meter. Pemerintah daerah mengeluarkan anggaran sekitar Rp14,8 miliar untuk pemasangan lampu-lampu tersebut.

Kini Terowongan Nur Mentaya tidak pernah sepi. Terlebih saat Sabtu malam atau malam Minggu, kawasan itu cukup padat pengunjung, bahkan lalu lintasnya mulai macet lantaran banyak kendaraan warga yang bersantai menikmati suasana di kawasan tersebut.

Bupati Halikinnor berharap kawasan Terowongan Nur Mentaya mampu memicu kegiatan ekonomi kerakyatan. Masyarakat bisa membuka berbagai usaha di sisi jalan sehingga bisa mendapatkan manfaat ekonominya. Kawasan ini juga bisa dijadikan lokasi car free day untuk menggerakkan wisata dan sektor UMKM.

Baca juga: Kebakaran lahan dua lokasi di Sampit diduga disengaja

Baca juga: Disdik Kotim instruksikan sekolah perketat pengamanan selama libur panjang

Baca juga: Harga tinggi tak surutkan minat warga Kotim membeli emas jelang Lebaran



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026