
Pergerakan penumpang arus mudik di Bandara Haji Asan Sampit meningkat 18,5 persen

Sampit (ANTARA) - Pergerakan penumpang di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengalami pertumbuhan signifikan dengan kenaikan hingga 18,5 persen selama periode arus mudik Lebaran 2026, dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlah penumpang pada momentum arus mudik tahun ini alhamdulillah mengalami peningkatan karena sekarang kita sudah ada penambahan maskapai. Kalau tahun lalu kita cuma ada satu, sekarang dua,” kata PIC Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara Haji Asan Sampit, Alfiansyah di Sampit, Kamis.
Ia menjelaskan, lonjakan ini didorong oleh bertambahnya jumlah maskapai yang beroperasi dibandingkan tahun lalu, sehingga kapasitas angkut dan frekuensi penerbangan dari dan menuju Sampit mengalami peningkatan yang cukup tajam.
Kehadiran Wings Air yang kini mendampingi NAM Air sebagai maskapai yang beroperasi di bandara satu-satunya di Bumi Habaring Hurung tersebut menjadi faktor utama peningkatan ini.
“Jika sebelumnya jumlah penerbangan dalam sehari rata-rata empat, dengan rincian dua kedatangan dan dua keberangkatan, kini jumlahnya menjadi dua kali lipat, dengan rincian empat kedatangan dan empat keberangkatan,” sebutnya.
Berdasarkan data rekapitulasi lalu lintas angkutan udara (LLAU) periode yang sama H-8 hingga H-3 Lebaran, yakni 23 - 28 Maret 2025 dan 13 - 18 Maret 2026 dengan perkiraan Hari Raya Idul Fitri pada 21 Maret, total penerbangan melonjak dari 24 menjadi 48 pergerakan.
Tahun lalu, ada 24 penerbangan dengan rincian 12 kedatangan dan 12 keberangkatan, sedangkan pada tahun ini ada 48 penerbangan dengan rincian 24 kedatangan dan 24 keberangkatan.
Baca juga: 6.678 penumpang bertolak dari Pelabuhan Sampit selama arus mudik Lebaran
Peningkatan frekuensi ini berbanding lurus dengan jumlah penumpang. Pada 2025 penumpang berangkat sebanyak 1.601 dan penumpang turun 1.242 orang, sedangkan pada 2026 tercatat 3.369 penumpang berangkat dan 2.843 penumpang turun.
“Secara keseluruhan, tren pertumbuhan penumpang ini mencapai angka 18,5 persen di tengah tingginya antusiasme pemudik,” imbuhnya.
Peningkatan juga terlihat dari jumlah kargo, pada 2025 lalu total kargo ada 14.964, sedangkan pada 2026 15.044, naik 0,5 persen.
Selain itu, Alfiansyah menyampaikan tingginya permintaan masyarakat membuat tiket penerbangan untuk rute favorit tujuan Pulau Jawa telah habis terjual. Sejak tanggal 13 hingga 30 Maret mendatang, kursi pesawat untuk rute Sampit menuju Jakarta, Surabaya, dan Semarang sudah tidak lagi tersedia.
“Tiket sudah habis semua untuk rute Sampit-Surabaya, Sampit-Jakarta, dan Sampit-Semarang. Yang masih ada itu Sampit-Banjarmasin dan Sampit-Palangka Raya, kalau rute ke Jawa sudah habis semua,” ungkanya.
Terkait operasional di posko arus mudik, pihak bandara memastikan seluruh layanan berjalan lancar tanpa ada pembatalan penerbangan. Meski sempat terjadi keterlambatan (delay) pada maskapai NAM Air hari ini.
Pesawat NAM Air yang seharusnya berangkat pukul 08.05 WIB mengalami penundaan hingga pukul 10.45 WIB. Kendati demikian, secara umum arus lalu lintas udara di Bandara Haji Asan tetap terkendali dan tidak mengganggu jadwal penerbangan lainnya.
“Alhamdulillah, kondisi arus mudik di Bandara Haji Asan Sampit sejauh ini lancar, meski sempat ada delay tapi itu juga baru sekali ini. Kami bersama posko terpadu juga akan tetap bersiaga untuk memastikan aktivitas di bandara tetap aman dan terkendali,” demikian Alfiansyah.
Baca juga: BMKG Kotim prakiraan malam takbiran diguyur hujan
Baca juga: Dishub Kotim sayangkan keindahan Terowongan Nur Mentaya diusik tangan usil
Baca juga: BPBD Kotim tingkatkan pengawasan wisata danau buatan saat libur Lebaran
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
