
Sambut arus mudik Lebaran, Wings Air terbangi Sampit mulai 10 Maret

Sampit (ANTARA) - Manajemen Wings Air membuktikan janji mereka melayani penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah terhitung mulai 10 Maret 2026 nanti.
"Kami ingin mewujudkan konektivitas udara pada momen liburan dan Lebaran untuk kepentingan masyarakat dan pengembangan Kalimantan Tengah, termasuk di Sampit," kata Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro dihubungi dari Sampit, Sabtu.
Menurut Danang, penguatan jaringan penerbangan intra Kalimantan Tengah menjadi langkah strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, pebisnis dan wisatawan sekaligus mendorong percepatan pengembangan daerah.
Bagi masyarakat Kalimantan Tengah, penguatan konektivitas ini sebagai penambahan rute yang menyediakan kemudahan nyata dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kini perjalanan dari Muara Teweh ke Palangka Raya, dari Sampit ke Pangkalan Bun, hingga terhubung ke luar provinsi dapat dilakukan dengan terencana dan nyaman.
Saat momen liburan dan Lebaran tiba, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk pulang kampung, bersilaturahim dengan keluarga, atau bepergian bersama orang tercinta tanpa harus menempuh perjalanan darat berjam-jam.
Bagi pelaku usaha dan profesional, konektivitas ini membuka akses yang lebih luas ke pusat bisnis dan perdagangan, mempercepat pertemuan, distribusi, serta peluang kerja sama.
Melalui layanan yang diberikan Wings Air, kini konektivitas udara di Kalimantan Tengah semakin terstruktur dan terhubung antarwilayah yakni Muara Teweh Kabupaten Barito Utara - Palangka Raya - Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur - Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat.
Danang menyebutkan, skema rute membentuk pola konektivitas berkelanjutan yakni Muara Teweh - Palangka Raya - Sampit - Pangkalan Bun - Ketapang (Kalbar) pulang pergi. Penerbangan tidak berdiri sendiri, melainkan saling mendukung sehingga perjalanan antar kabupaten/kota menjadi lebih cepat dan dekat.
"Pemesanan tiket, akomodasi (penginapan), check-in online lebih praktis melalui aplikasi BookCabin," timpalnya.
Baca juga: Bupati Kotim minta PBS bantu beras bagi warga kurang mampu
Berdasarkan jadwal, penerbangan Sampit - Banjarmasin dan Sampit - Surabaya dimulai pada 10 Maret 2026 dengan frekuensi penerbangan pada Selasa, Kamis dan Sabtu.
Sementara itu rute penerbangan Sampit - Palangka Raya dan Sampit - Pangkalan Bun dimulai pada 11 Maret 2026 dengan frekuensi penerbangan pada Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.
Selain memperkuat pergerakan dalam provinsi, jaringan ini juga menghubungkan Kalimantan Tengah dengan berbagai kota besar di Indonesia melalui Sampit – Surabaya, terkoneksi ke 15 lebih kota tujuan, termasuk pusat ekonomi nasional dan rute perjalanan ibadah.
Kota-kota tujuan tersebut antara lain Bali, Lombok, Labuan Bajo, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Kuala Lumpur, Jeddah, serta kota-kota lainnya.
Sementara itu rute Sampit – Banjarmasin terkoneksi ke 5 lebih kota lanjutan di Kalimantan dan sekitarnya, seperti Jakarta, Muara Teweh, Batulicin, Kotabaru, Makassar, Balikpapan dan lainnya. Sedangkan rute Pangkalan Bun – Ketapang, membuka akses lanjutan ke Pontianak, Sintang, dan Putussibau.
Danang menyebut, pihaknya hadir di momen Ramadhan, liburan dan Lebaran di saat masyarakat bersiap pulang kampung dan pelaku usaha meningkatkan aktivitasnya, sehingga konektivitas udara Kalimantan Tengah kini semakin kuat dan saling terhubung.
"Kami hadir untuk mendukung kepentingan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan daerah melalui konektivitas udara pada momen liburan dan Lebaran untuk kepentingan masyarakat dan pengembangan Kalimantan Tengah," demikian Danang.
Baca juga: DPRD Kotim apresiasi kontribusi perusahaan sawit perbaiki jalan desa
Baca juga: Ketidakpastian anggaran penentu nasib kontingen Kotim di Porprov 2026
Baca juga: DPRD Kotim dukung Pasar Ramadhan sebagai motor ekonomi UMKM
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
