Palangka Raya  (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memperkuat peran keluarga dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran stunting.

"Dalam upaya deteksi dini dan antisipasi penyebaran stunting, kami terus memperkuat program penguatan peran keluarga. Salah satunya dengan mendorong keluarga mencukupi kebutuhan vitamin dan gizi ibu hamil," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah di Palangka Raya, Minggu.

Selain itu juga dengan meningkatkan kesadaran keluarga untuk memastikan kebutuhan vitamin dan gizi baik untuk ibu hamil dan anak tercukupi selama periode 1.000 hari pertama kehidupan.

"Untuk mendukung dan memperkuat program tersebut, beberapa waktu lalu kami sudah menandatangani surat keputusan, terkait tindak lanjut terhadap upaya deteksi dini, antisipasi dan penanganan stunting tahun 2022," kata Umi.

Meski demikian, lanjut dia, deteksi dini, antisipasi dan penanganan stunting akan maksimal jika seluruh elemen masyarakat turut terlibat secara berjenjang, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat sekitar, RT/RW, lurah, camat, pemerintah kota termasuk adanya peran pihak swasta.

Di sisi lain, saat ini Pemerintah "Kota Cantik" juga semakin memaksimalkan peran pendamping keluarga dalam memastikan 1.000 kehidupan pertama anak terpenuhi seluruh kebutuhannya.

Melalui tim pendamping keluarga, pemerintah semakin menggencarkan upaya preventif, promotif dan tindakan yang semuanya berdasar standar operasional prosedur

Tim pendamping keluarga sebagai ujung tombak akan membantu pemerintah dalam berkomunikasi pada tenaga kesehatan, serta sekaligus memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Baca juga: Kebakaran kawasan padat penduduk sering terjadi, Damkar minta warga waspada

Pada satu tim pendamping keluarga, terdapat bidan sebagai penyuluh program Keluarga Berencana (KB), tim penggerak PKK serta kader yang dapat membantu memberikan pembinaan guna menciptakan ketahanan keluarga.

Sampai awal Maret lalu Pemerintah Kota Palangka Raya mencatat telah memiliki 678 kader dan sub kader serta penyuluh keluarga berencana yang salah satunya juga bertugas meminimalkan potensi terjadinya stunting di wilayah setempat.

Para petugas itu juga bertugas melakukan pendampingan berkala terhadap para ibu hamil. Tujuannya untuk memberikan pemahaman tentang pemenuhan gizi dan vitamin dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan janin.

Kemudian juga memastikan pertumbuhan anak pasca dilahirkan maksimal dengan memenuhi kebutuhan gizi dan vitamin pada ibu menyusui.

"Melalui tim itu, kita juga akan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga 1.000 hari kehidupan pertama seorang anak," katanya.

Baca juga: Harga daging sapi di Palangka Raya kembali mengalami kenaikan

Baca juga: Pemkot Palangka Raya diminta gencarkan promosi pariwisata

Baca juga: Kecewa terdakwa kasus narkoba divonis bebas, PN Palangka Raya didemo


Pewarta : Rendhik Andika
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024