Telegram umumkan versi berbayar dirilis bulan ini
Sabtu, 11 Juni 2022 23:23 WIB
Ilustrasi - aplikasi telegram. (ANTARA/REUTERS/Hans Lucas)
Jakarta (ANTARA) - Telegram mengumumkan layanan premium atau berbayar, yang akan dirilis pada Juni 2022, menurut CEO sekaligus pendiri Telegram Pavel Durov,
Mengutip Phone Arena, Sabtu, belum ada harga yang diumumkan untuk layanan premium ini namun rumor beredar kemungkinan layanan ini akan dibanderol seharga 5 dolar AS per bulan atau setara Rp73.000.
Meski demikian harga itu belum dapat dipastikan kebenarannya.
Baca juga: Telegram memungkinkan pengguna kirim aset kripto lewat layanannya
Bagi pengguna telegram premium, akan ada beberapa fitur yang ditingkatkan dibanding versi tak berbayar mulai dari dapat melihat dokumen dengan ukuran besar, stiker dan fitur media lainnya yang hanya bisa dikirim pengguna premium, serta opsi reaksi.
Ada juga akses untuk layanan ke aset kripto secara langsung dan akses siaran langsung.
Perbedaan lainnya dengan kehadiran layanan premium, nantinya pengguna yang menjadi pelanggan premium bisa mendapatkan fitur- fitur baru yang mungkin tidak akan dirilis untuk pengguna tak berbayar.
Baca juga: Kini Telegram bisa miliki 1.000 penonton pada panggilan video
Sementara untuk pengguna tak berbayar, menurut Telegram layanannya akan tetap seperti saat ini dan masih bisa dimanfaatkan seperti biasa.
Di samping itu, Telegram tetap berpegang teguh pada pendiriannya untuk tidak memunculkan iklan berlebihan di layanannya.
Belum diketahui secara pasti apakah layanan berbayar ini akan dirilis langsung secara global atau secara bertahap di kawasan tertentu.
Baca juga: Telegram hadirkan fitur impor percakapan dari Whatsapp
Baca juga: Pengguna Telegram dan Signal melonjak usai WhatsApp keluarkan persyaratan baru
Mengutip Phone Arena, Sabtu, belum ada harga yang diumumkan untuk layanan premium ini namun rumor beredar kemungkinan layanan ini akan dibanderol seharga 5 dolar AS per bulan atau setara Rp73.000.
Meski demikian harga itu belum dapat dipastikan kebenarannya.
Baca juga: Telegram memungkinkan pengguna kirim aset kripto lewat layanannya
Bagi pengguna telegram premium, akan ada beberapa fitur yang ditingkatkan dibanding versi tak berbayar mulai dari dapat melihat dokumen dengan ukuran besar, stiker dan fitur media lainnya yang hanya bisa dikirim pengguna premium, serta opsi reaksi.
Ada juga akses untuk layanan ke aset kripto secara langsung dan akses siaran langsung.
Perbedaan lainnya dengan kehadiran layanan premium, nantinya pengguna yang menjadi pelanggan premium bisa mendapatkan fitur- fitur baru yang mungkin tidak akan dirilis untuk pengguna tak berbayar.
Baca juga: Kini Telegram bisa miliki 1.000 penonton pada panggilan video
Sementara untuk pengguna tak berbayar, menurut Telegram layanannya akan tetap seperti saat ini dan masih bisa dimanfaatkan seperti biasa.
Di samping itu, Telegram tetap berpegang teguh pada pendiriannya untuk tidak memunculkan iklan berlebihan di layanannya.
Belum diketahui secara pasti apakah layanan berbayar ini akan dirilis langsung secara global atau secara bertahap di kawasan tertentu.
Baca juga: Telegram hadirkan fitur impor percakapan dari Whatsapp
Baca juga: Pengguna Telegram dan Signal melonjak usai WhatsApp keluarkan persyaratan baru
Pewarta : Livia Kristianti
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telegram Kapolri, tilang manual hanya bisa dilakukan anggota Polantas bersertifikat
24 July 2023 18:41 WIB, 2023
Mutasi sejumlah perwira tinggi hingga Bronto Budiyono jabat Kapolres Lamandau
21 June 2022 20:10 WIB, 2022
Kapolri terbitkan telegram ke seluruh jajaran polda soal penanganan wabah PMK
12 May 2022 23:02 WIB, 2022
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Nothing Phone 4a ungkap bocoran kapasitas memori dan pilihan warna terbaru
13 February 2026 20:38 WIB
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB