Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Halikinnor memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja berkeliling memantau rumah atau bangunan yang tidak memasang bendera merah putih dalam menyemarakkan perayaan peringatan hari ulang tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

"Saya minta bantuan polisi dan Satpol PP memantau rumah, toko, kantor atau bangunan lainnya yang tidak memasang bendera merah putih. Memang tidak ada sanksi, tapi kita saya minta mereka kita ingatkan bahwa memasang bendera adalah salah satu cara kita menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan," kata Halikinnor di Sampit, Jumat. 

Hal itu disampaikan Halikinnor saat senam bersama sekaligus pembagian bendera merah putih. Kegiatan yang merupakan bagian program nasional sejuta bendera merah putih itu dilaksanakan di Taman Kota Sampit. 

Hadir Kapolres AKBP Sarpani, Kepala Lapas Kelas II B Sampit Agung Supriyanto, Sekretaris Daerah Fajrurrahman, Kepala Badan Kesbangpol Sanggul Lumban Gaol dan pejabat lainnya. 

Secara simbolis Halikinnor bersama pejabat lainnya membagikan bendera merah putih kepada warga yang melintas di kawasan Taman Kota Sampit. Total ada 60.000 lembar bendera merah putih yang disebar dibagikan kepada masyarakat. 

Menurut Halikinnor, bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Memasang bendera merah putih untuk menyemarakkan peringatan HUT RI adalah hal kecil yang bisa dilakukan. 

Baca juga: Kejati Kalteng dan BPN Kotim koordinasi penyelesaian pembangunan SUTT

"Saya rasa semua mampu membeli bendera. Apalagi sekarang kita bagikan 60.000 lembar bendera merah putih. Tidak ada alasan lagi untuk tidak memasang bendera merah putih," kata Halikinnor. 

Selain membagikan bendera, pemerintah daerah menggelar upacara peringatan detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus nanti. Kegiatan yang biasanya dilaksanakan di Stadion 29 November dipindahkan ke halaman kantor bupati karena stadion sedang dalam perbaikan. 

Kegiatan lainnya yaitu pawai pembangunan pada Minggu (21/8) nantikan. Pawai akan digelar berskala besar dengan melibatkan instansi pemerintah dan swasta, termasuk perusahaan besar perkebunan kelapa sawit. 

"Kita jangan melihat itu hanya sebuah bendera, tetapi kita harus sadar bahwa para pahlawan telah mengorbankan nyawa untuk meraih kemerdekaan ini. Sangat disayangkan kalau hanya hal kecil saja kita tidak mau dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan ini," ujar Halikinnor. 

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kotawaringin Timur Sanggul Lumban Gaol mengatakan, jumlah bendera merah putih yang dibagikan sebanyak 60.000 lembar. Bendera itu merupakan pengadaan pemerintah serta bantuan sejumlah pihak. 

"Pembagiannya sudah diatur dengan menyasar tempat-tempat keramaian. Ada juga yang membagikan di jalan sekitar kantor masing-masing," demikian Sanggul. 

Baca juga: Petani di Kotim tunda masa tanam akibat ribuan hektare lahan terendam

Baca juga: Bapas Sampit sosialisasi di sekolah cegah remaja terlibat tindak pidana

Baca juga: Legislator Kotim uraikan penyebab masih banyak anak belum sekolah

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 3
Copyright © ANTARA 2024