Elon Musk sebut larangan terhadap Twitter Trum adalah 'kesalahan besar'
Senin, 28 November 2022 8:31 WIB
FILE PHOTO: SpaceX owner and Tesla CEO Elon Musk speaks during a conversation with legendary game designer Todd Howard (not pictured) at the E3 gaming convention in Los Angeles, California, U.S., June 13, 2019. REUTERS/Mike Blake (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta (ANTARA) - Pemilik Twitter yang baru Elon Musk menyebut aksi melarang akun milik Donald Trump ketika masih menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat adalah "kesalahan besar".
"Saya baik-baik saja dengan Trump tidak mencuit. Hal yang paling penting adalah Twitter membetulkan kesalahan besar dengan melarang akun miliknya, meskipun tidak ada pelanggaran hukum atau aturan penggunaan," cuit Musk seperti disiarkan Reuters pada Sabtu (26/11) waktu setempat.
Baca juga: Twitter tunda verifikasi berlangganan
Musk juga mengatakan melarang seorang presiden ketika masih menjabat merusak kepercayaan publik.
Musk pekan lalu mengumumkan aktivasi ulang akun Donald Trump setelah jajak pendapat yang dia adakan menang tipis untuk memulihkan akun Trump.
Twitter memblokir akun milik Donald Trump secara permanen setelah kerusuhan di Capitol pada 6 Januari 2021. Platform beralasan dia berisiko memantik kekerasan lain melalui cuitannya.
Twitter belum memberikan komentar soal pernyataan Musk bahwa Trump tidak melanggar aturan di platform itu ketika akunnya ditangguhkan.
Donald Trump, menanggapi akunnya dipulihkan, menyatakan dia tidak tertarik untuk kembali ke Twitter. Dia akan tetap menggunakan media sosial Truth Social, yang dikembangkan oleh Trump Media and Technology Group.
"Saya baik-baik saja dengan Trump tidak mencuit. Hal yang paling penting adalah Twitter membetulkan kesalahan besar dengan melarang akun miliknya, meskipun tidak ada pelanggaran hukum atau aturan penggunaan," cuit Musk seperti disiarkan Reuters pada Sabtu (26/11) waktu setempat.
Baca juga: Twitter tunda verifikasi berlangganan
Musk juga mengatakan melarang seorang presiden ketika masih menjabat merusak kepercayaan publik.
Musk pekan lalu mengumumkan aktivasi ulang akun Donald Trump setelah jajak pendapat yang dia adakan menang tipis untuk memulihkan akun Trump.
Twitter memblokir akun milik Donald Trump secara permanen setelah kerusuhan di Capitol pada 6 Januari 2021. Platform beralasan dia berisiko memantik kekerasan lain melalui cuitannya.
Twitter belum memberikan komentar soal pernyataan Musk bahwa Trump tidak melanggar aturan di platform itu ketika akunnya ditangguhkan.
Donald Trump, menanggapi akunnya dipulihkan, menyatakan dia tidak tertarik untuk kembali ke Twitter. Dia akan tetap menggunakan media sosial Truth Social, yang dikembangkan oleh Trump Media and Technology Group.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Imbas kebijakan tarif AS, para miliarder dunia kehilangan Rp3,48 kuadriliun
04 April 2025 21:04 WIB, 2025
Picu ketidakpuasan terhadap Tesla terkait tindakan kontroversial Elon Musk
28 February 2025 16:48 WIB, 2025
Gaji Elon Musk senilai Rp786 Triliun akhirnya cair usai disetujui pemegang saham
14 June 2024 14:16 WIB, 2024
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Spotify luncurkan fitur pembelian buku fisik hasil kolaborasi dengan Bookshop
16 April 2026 16:06 WIB
Kemkomdigi perketat pengawasan platform digital guna tangani kekerasan gender online
16 April 2026 12:35 WIB