Jakarta (ANTARA) - Pembalap Mooney VR46 Marco Bezzecchi mengaku kesulitan saat melakoni sesi kualifikasi MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, Sabtu.


Bezzecchi hanya mampu finis P10 di Q2, dan terlampau 0,875 detik dari polesitter Jorge Martin (Prima Pramac) yang kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pesaing terberat musim ini.

"Hari ini tidak dimulai seperti yang saya harapkan, dengan perubahan suhu yang tiba-tiba ini, saya tidak dapat tampil sesuai keinginan saya, pada latihan bebas terakhir dan kualifikasi," kata Bezzecchi dalam keterangan resmi VR46, Sabtu.

"Bahkan di babak kualifikasi, saya kesulitan untuk mendapatkan ritme dan tampil tajam di momen krusial. Saya mencobanya dan sayang sekali kehilangan satu baris tepat di bendera kotak-kotak," ujarnya menambahkan.

Namun, pembalap Italia itu mengatakan tidak akan lengah dan kehilangan fokus untuk menghadapi balapan Sprint pada Minggu (22/10).

"Mari kita kembali ke data dan memahami apa yang bisa kita lakukan untuk balapan utama ini. Memulai dengan baik akan menjadi aspek yang menentukan (hasilnya)," kata pembalap yang akrab dijuluki Bez itu.



Nasib kurang mujur juga dialami rekan satu timnya, Luca Marini, yang harus terpuruk di babak kualifikasi dan akan memulai balapan Sprint dan utama MotoGP Australia pada P18.

Hasil ini bertolak belakang dengan performa gemilangnya di MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, akhir pekan lalu, dimana ia meraih posisi pole perdananya sekaligus meraih podium pada balapan Sprint.

"Kami kesulitan, sejak kemarin saya belum mampu mengimbangi laju pembalap terkuat. Bagaimana pun, kami mencoba untuk membuat awal yang baik, menjaga kontak dengan grup dan naik peringkat," ungkap Marini.

"Saya kesulitan dengan suhu ini. Saya kekurangan traksi, grip dan kami harus bekerja lebih cepat di tengah dan keluar dari tikungan," ujar adik dari Valentino Rossi itu menambahkan.

Sementara itu, Sprint MotoGP Australia akan dimulai pada Minggu karena perubahan jadwal yang ditengarai oleh perubahan cuaca ekstrem di Phillip Island.

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Uploader : Admin 1
Copyright © ANTARA 2024