Kekuatan olahraga selama 22 menit bagi mereka yang kebanyakan duduk

Rabu, 8 November 2023 11:01 WIB

Jakarta (ANTARA) - Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk duduk dapat merusak kesehatan seseorang, tetapi risiko tersebut dapat dikurangi dengan berolahraga kurang dari setengah jam setiap hari atau selama 22 menit, menurut penelitian dalam British Journal of Sports Medicine.

Untuk sampai pada temuan itu, para peneliti seperti disiarkan Health beberapa waktu lalu mengamati data pelacak kesehatan dan aktivitas dari hampir 12.000 orang yang mengenakan alat pendeteksi gerakan di pinggul mereka selama 10 jam sehari, setidaknya selama empat hari.

Para partisipan ini baik laki-laki maupun perempuan berasal dari Norwegia, Swedia, dan Amerika Serikat, diamati setidaknya selama dua tahun.

Analisis keseluruhan menunjukkan tidak banyak bergerak selama lebih dari 12 jam setiap hari dikaitkan dengan risiko kematian akibat segala sebab sebesar 38 persen lebih tinggi, dibandingkan dengan orang yang hanya duduk selama 8 jam sehari.

Baca juga: Kiat agar lebih banyak bergerak agar tak duduk terlalu lama

Namun peningkatan risiko kematian hanya terlihat pada orang yang melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat kurang (MVPA) dari 22 menit setiap hari.

Studi tersebut mengklasifikasikan MVPA sebagai jalan cepat, bersepeda, latihan tipe resistensi, atau pekerjaan di taman.

Tingkat MVPA yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah, terlepas dari lamanya waktu yang dihabiskan untuk duduk.

Tetapi hubungan antara waktu duduk dan risiko kematian sebagian besar dipengaruhi oleh aktivitas fisik.

Pada orang yang menghabiskan 10,5 jam sehari atau kurang untuk duduk, tambahan 10 menit MVPA dikaitkan dengan risiko kematian 15 persen lebih rendah.

Baca juga: Posisi duduk yang tepat kurangi sindroma gangguan mata akibat komputer

Sementara itu, orang yang duduk lebih dari 10,5 jam mempunyai risiko kematian 35 persen lebih rendah jika melakukan aktivitas tambahan 10 menit.

Penelitian ini bersifat observasional, artinya data tidak dapat menunjukkan sebab dan akibat, namun para peneliti menyimpulkan bahwa MVPA dalam jumlah kecil mungkin merupakan strategi yang efektif untuk mengurangi risiko kematian akibat banyak duduk atau diam.

Bagi banyak orang di negara-negara maju, gaya hidup yang tidak banyak bergerak dikatakan lumrah. Orang dapat menghabiskan hingga 10 jam setiap hari untuk duduk, terutama selama jam kerja.

Namun, semakin banyak waktu yang dihabiskan seseorang untuk tidak banyak bergerak, semakin tinggi kemungkinan mereka terkena masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kanker, yang semuanya dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Baca juga: Perhatikan hal ini saat memilih duduk di lantai

Baca juga: Ini manfaat duduk di lantai menurut pakar

Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024

Terkait

Permohonan Timnas AMIN kebanyakan narasi dan asumsi

27 March 2024 15:00 Wib

Pemprov Kalteng tindaklanjuti rekomendasi LHP BPK RI, kebanyakan terkait administrasi

08 July 2021 8:47 Wib, 2021

Selain muncul jerawat, ini tanda tubuh kebanyakan asupan karbohidrat

11 December 2020 17:54 Wib, 2020

Tanda tubuh kebanyakan berolahraga bisa dilihat dari rambut dan kuku

12 June 2020 14:24 Wib, 2020

Penderita COVID-19 yang meninggal kebanyakan berusia 30-59 tahun

28 April 2020 17:00 Wib, 2020
Terpopuler

Melalui PDI Perjuangan, Ketua KONI Kalteng maju jadi bacalon Wali Kota

Kabar Daerah - 08 May 2024 17:49 Wib

PLN UID Kalselteng gelar GM Mengajar di momen Hardiknas

Kabar Daerah - 07 May 2024 16:38 Wib

Kinerja wasit dan Witan mendominasi pemberitaan media massa

Olahraga - 23 jam lalu

DPRD Kalteng minta hasil reses perseorangan ditindaklanjuti pemprov

Kabar Daerah - 06 May 2024 17:16 Wib

KPU Kotim berjuang agar partisipasi pemilih pilkada tidak rendah

Kabar Daerah - 08 May 2024 17:49 Wib