Gerakan Merdeka Belajar terus berlanjut meski pemimpin Kemendikbudristek berganti
Sabtu, 25 November 2023 19:32 WIB
Tangkapan layar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam Raker bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (7/11/2023). (ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim optimistis gerakan Merdeka Belajar akan terus berlanjut meski pemimpin Kemendikbudristek nantinya berganti.
Hal itu lantaran adanya semangat 7.500 guru yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia dalam Puncak Hari Guru Nasional bertajuk Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar di di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.
“Hadirnya ibu dan bapak guru pada hari ini membuat saya semakin yakin bahwa gerakan Merdeka Belajar akan berumur panjang. Akan terus berlanjut meskipun sudah ganti kepemimpinan. Benar tidak?,” katanya di Jakarta, Sabtu.
Nadiem mengatakan pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar yang terus didorong oleh Presiden Joko Widodo itu kini telah menjadi suatu gerakan positif di setiap daerah di Indonesia.
Menurutnya, para guru di seluruh Indonesia tidak akan menghentikan gerakan Merdeka Belajar karena telah menorehkan berbagai capaian dan dampak positif terhadap dunia pendidikan selama empat tahun.
Ia menjelaskan kebijakan Merdeka Belajar melalui Kurikulum Merdeka mampu memberi kebebasan kepada guru untuk berinovasi dalam menciptakan pembelajaran di kelas.
Dahulu sebelum ada Kurikulum Merdeka, para guru tidak diberi kesempatan untuk berinovasi karena mereka mengejar target-target pembelajaran yang telah ditetapkan pada kurikulum.
“Saya yakin guru di seluruh Indonesia tidak ingin membalikkan kembali arah kapal yang sudah susah-susah kita gerakkan bersama selama empat tahun terakhir,” ujarnya.
Hingga kini sebanyak 80 persen satuan pendidikan di Indonesia telah menggunakan Kurikulum Merdeka dan akan terus didorong sehingga seluruh satuan pendidikan bisa mengimplementasikan kurikulum tersebut.
“Guru yang harus menentukan kalau anak itu di level kompetensi mana, guru yang harus diberi kebebasan menjadi co-creator dari kurikulum, guru yang harus diberi kebebasan maju atau mundur seusai dengan kemampuan siswanya masing-masing,” katanya.
Hal itu lantaran adanya semangat 7.500 guru yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia dalam Puncak Hari Guru Nasional bertajuk Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar di di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.
“Hadirnya ibu dan bapak guru pada hari ini membuat saya semakin yakin bahwa gerakan Merdeka Belajar akan berumur panjang. Akan terus berlanjut meskipun sudah ganti kepemimpinan. Benar tidak?,” katanya di Jakarta, Sabtu.
Nadiem mengatakan pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar yang terus didorong oleh Presiden Joko Widodo itu kini telah menjadi suatu gerakan positif di setiap daerah di Indonesia.
Menurutnya, para guru di seluruh Indonesia tidak akan menghentikan gerakan Merdeka Belajar karena telah menorehkan berbagai capaian dan dampak positif terhadap dunia pendidikan selama empat tahun.
Ia menjelaskan kebijakan Merdeka Belajar melalui Kurikulum Merdeka mampu memberi kebebasan kepada guru untuk berinovasi dalam menciptakan pembelajaran di kelas.
Dahulu sebelum ada Kurikulum Merdeka, para guru tidak diberi kesempatan untuk berinovasi karena mereka mengejar target-target pembelajaran yang telah ditetapkan pada kurikulum.
“Saya yakin guru di seluruh Indonesia tidak ingin membalikkan kembali arah kapal yang sudah susah-susah kita gerakkan bersama selama empat tahun terakhir,” ujarnya.
Hingga kini sebanyak 80 persen satuan pendidikan di Indonesia telah menggunakan Kurikulum Merdeka dan akan terus didorong sehingga seluruh satuan pendidikan bisa mengimplementasikan kurikulum tersebut.
“Guru yang harus menentukan kalau anak itu di level kompetensi mana, guru yang harus diberi kebebasan menjadi co-creator dari kurikulum, guru yang harus diberi kebebasan maju atau mundur seusai dengan kemampuan siswanya masing-masing,” katanya.
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Joko Anwar gunakan lagu anak untuk bangun suasana horor di Ghost in the Cell
24 February 2026 16:14 WIB
DPRD Barut apresiasi konfercab GP Ansor dorong pemuda jadi motor pembangunan
17 February 2026 21:05 WIB
Legislator Barut dorong partisipasi masyarakat dalam perencanaan lingkungan
03 December 2025 8:07 WIB
Legislator Barut: Seminar Al Quran pondasi membangun generasi qurani di era digital
21 November 2025 9:10 WIB