Sampit (ANTARA) - Festival Tandak Intan Kaharingan tingkat pusat XI Provinsi Kalimantan Tengah berakhir dengan Kota Palangka Raya sebagai juara umum mengalahkan 12 kabupaten lainnya yang berpartisipasi dalam ajang tersebut. 

“Dalam setiap perlombaan pasti ada yang menang ada pula yang belum berhasil, namun saya yakin para dewan juri telah melakukan tugas secara baik dan jujur, serta profesional,” kata Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko di Sampit, Kamis malam. 

Mewakili Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Yuas Elko menutup secara resmi Festival Tandak Intan Kaharingan yang dipusatkan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sekaligus, menyerahkan piala bergilir bagi juada umum. 

Berdasarkan keputusan dewan juri Festival Tandak Intan Kaharingan XI Kalimantan Tengah tahun 2023 yang tertuang dalam surat keputusan (SK) Nomor : 01/DJ-FTIK/HT/XI/2023 tentang penetapan hasil lomba Festival tandak Intan Kaharingan XI Provinsi Kalimantan Tengah di Sampit Kotawaringin Timur tahun 2023 menyatakan dan menetapkan 3 juara umum. 

Antara lain, juara umum 1 Kota Palangka Raya dengan prestasi dalam perlombaan 14 kali juara 1, 5 kali juara 2, dan 4 kali juara 3. 

Kemudian, juara umum 2 Kabupaten Katingan dengan prestasi dalam perlombaan 10 kali juara 1, 8 kali juara 2, dan 6 kali juara 3.

Terakhir, Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai tuan rumah penyelenggara meraih juara umum 3 dengan prestasi dalam perlombaan 6 kali juara 1, 4 kali juara 2, dan 5 kali juara 3.

Dalam kesempatan itu, Yuas Elko menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih para juara. 

“Saya ucapkan selamat atas prestasi yang diraih para juara. Bagi yang belum berhasil jadikan ini sebagai motivasi agar bisa berlatih dan tampil lebih baik dan bagi yang menang saya harapkan jangan berpuas diri, teruslah meningkatkan kemampuan agar bisa tampil lebih baik lagi,” ucapnya. 

Baca juga: PT Sukajadi Sawit Mekar bantu nelayan Desa Sebabi kembangkan usaha perikanan

Yuas Elko melanjutkan, Festival Tandak Intan Kaharingan lebih dari sekadar kompetisi, melainkan memiliki makna yang sangat penting dan penuh dengan nilai-nilai sakral keagamaan yang perlu direnungkan dan diamalkan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. 

Sehingga, ia berharap Kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran spiritual keagamaan tentang pentingnya ajaran Hindu Kaharingan yang harus dijadikan sebagai motivasi dasar dalam kepribadian umat. 

Festival Tandak Intan Kaharingan juga diharapkan sebagai sarana perekat persatuan dan kesatuan serta kebersamaan umat untuk menghidupkan kehidupan yang lebih baik dan harmonis. 

Sesuai visi misi Gubernur Kalimantan Tengah yaitu Kalteng BERKAH, akronim dari bermartabat Elok religius kuat amanah dan harmonis. 

“Pelaksanaan festival ini juga diharapkan menjadi pedoman hidup dalam menghadapi tantangan di masa depan yang semakin berat. Pemahaman dan pengetahuan terhadap ajaran Suci akan menjadikan suatu kekuatan yang luar biasa dalam membangun tatanan kehidupan yang lebih baik,” demikian. 

Festival Tandak Intan Kaharingan tingkat pusat XI diikuti kurang lebih 1300 peserta yang mencakup official dan pendamping yang terdiri dari 13 kabupaten/kota, kecuali Kabupaten Barito Utara yang tidak berpartisipasi. 

Total ada 10 jenis lomba yang digelar, antara lain kandayu, pembacaan kitab suci pengaturan, penyampaian pandehen atau siraman rohani, menandak atau tandak, mantir basarah tingkat remaja hingga dewasa, karungut bertema agama Hindu Kaharingan, cerdas cermat, sarana prasarana upacara, tarian bertema Hindu Kaharingan, vokal grup lagu rohani Hindu Kaharingan. 

Kegiatan dilaksanakan pada 19-21 Desember 2023 di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Baca juga: UMPR sosialisasikan kemudahan program RPL bagi tenaga kontrak Kotim

Baca juga: Festival Tandak Intan wujud nyata pengamalan ajaran Kaharingan

Baca juga: Pemkab Kotim kembali raih penghargaan APE Pratama dari KemenPPPA


Pewarta : Devita Maulina
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024