Pulang Pisau (ANTARA) -
Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Pulang Pisau bekerja sama dengan Smile Train Indonesia kembali memberikan operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis kepada delapan anak.
 
“Pemerintah setempat menyambut baik kerja sama ini dan mudah-mudahan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga bagi masyarakat yang tidak mampu sangat terbantu dengan operasi yang diberikan secara gratis ini,” kata Penjabat Bupati Pulang Pisau Kalimantan Tengah, Nunu Andriani di Pulang Pisau, Sabtu.
 
Dikatakan Nunu Andriani, operasi gratis ini selain meringankan warga yang kurang mampu, juga diharap bisa meminimalisir angka penderita bibir sumbing di kabupaten setempat. Setelah operasi, anak-anak mendapat harapan hidup dan bermain dengan anak-anak lainnya sehingga mengembalikan senyum bagi anak-anak Indonesia.
 
“Anak-anak adalah generasi penurus masa yang akan datang yang membawa daya saing agar Indonesia bisa lebih maju lagi,” ucapnya.
 
Dirinya berharap, inventarisir terus dilakukan kepada anak-anak yang menderita bibir sumbing dan langit-langit pada usia balita sehingga masih bisa untuk dilakukan operasi. Program kerja sama ini sangat membantu bagi pemerintah setempat untuk memberikan berbgai pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.

Baca juga: Bupati minta PPPK Pulpis terus diminta meningkatkan dan mengimbangi kompetensi
 
Menurutnya, dari dialog bersama para orang tua anak, rata-rata mereka sangat bahagia dengan adanya operasi gratis ini. Semua pasien merupakan anak dari orang tua yang berpenghasilan rendah sehingga bingun dan sedih dengan biaya operasi yang cukup mahal. Operasi yang dilakukan pada saat bulan Ramadhan ini diharapkan juga menjadi berkah bagi keluarga mereka.
 
“Faktor penyebab bibir sumbing banyak, salah satunya genetik bawaan dari lahir. Ini pentingnya terus memberikan edukasi untuk mempersiapkan remaja-remaja yang sehat karena mereka sebagai calon pengantin dan sebelum menikah harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan,” demikian Nunu Andriani.
 
Direktur BLUD RSUD Pulang Pisau dr Muliyanto mengungkapkan delapan pasien yang mendapatkan operasi bibir sumbing dan langit-langit ini bukan saja dari kabupaten setempat tetapi juga ada yang dari luar daerah. Rinciannya empat dari kabupaten setempat, dan empat lain dari Kabupaten Gunung Mas, Kotawaringin Timur, Barito Selatan, dan Kapuas.
 
Muliyanto juga mengaku sedih jika ada para orang tua ada yang tidak mau mengikuti layanan operasi yang diberikan secara gratis ini. Masih ada asumsi masyarakat takut dan menjadi aib bagi keluarga, padahal dokter yang diturunkan adalah dokter-dokter spesialis yang professional. Selain itu masyarakat pasti terbantu karena untuk operasi ini bisa menghabiskan biaya hingga Rp15-Rp30 Juta.
 
“Jangan ada kekuatiran dari masyarakat, kerja sama ini untuk membantu dan meringankan masyarakat agar anak-anak bisa menatap masa depan dengan senyuman,” katanya.

Baca juga: Pj Bupati meyakini optimalisasi lahan rawa pacu produksi padi di Pulang Pisau
 
Social Worker Smile Train Indonesia Wilayah Kalimantan Tengah Chris Philip Alessandro mengatakan Smale Train adalah sebuah yayasan atau NGO internasional berbasis di Amerika Serikat yang tersebar di 90 negara yang fokus dalam hal penanganan dan pemberian bantuan perbaikan terkait bibir sumbing dan celah langit-langit.
 
“Kita memilih Kabupaten Pulang Pisau karena didukung oleh pemerintah setempat dan juga menjadi daerah terdekat untuk jemut bola menjangkau para pasien dan memiliki fasilitas ruang operasi yang memadai,” ucapnya.
 
Dikatakan Chris, pembiayaan dilakukan seluruhnya oleh Smile Train Indonesia dengan kerjasama dilakukan dengan RSUD Pulang Pisau. Tenaga medis yang dikerahkan didatangkan dari Surabaya karena pihaknya juga tidak bisa bekerja sendiri sehingga harus mendapat dukungan pihak lain khususnya dari pemerintah setempat.
 
Khusus Kalimantan Tengah, terang Chris, Smile Train telah melaksanakan operasi bibir sumbing dan langit-langit kepada 550 anak mulai tahun 2015. Ia mengungkapkan di provinsi setempat masih banyak anak penderita bibir sumbing dan langit-langit yang perlu mendapat perhatian dan diharapkan operasi gratis ini bisa bermanfaat bagi masyarakat.
 
“Dalam operasi ini ada sebanyak 10 pasien yang tidak bisa datang karena faktor ada orang tua yang sakit, anaknya yang sakit serta kesibukan keluarga bertepatan dengan bulan Ramadhan,” terang Chris. 

Baca juga: Jalan rusak di Desa Bawan Pulang Pisau akibatkan antrean panjang

Baca juga: Pulang Pisau Menjawet 2045 jadi tema RPJPD

 

Pewarta : Adi Waskito
Editor : Muhammad Arif Hidayat
Copyright © ANTARA 2024