Sampit (ANTARA) - Sebanyak 430 penumpang yang mendapat kesempatan ikut program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bertolak dari Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Alhamdulillah, saya sekeluarga bisa pulang kampung ke Lamongan dan mendapat mudik gratis dari pemerintah. Walaupun harus lewat Semarang, tapi tidak apa-apa,” kata salah seorang pemudik bernama Nurmala di Sampit, Senin.

Program mudik gratis yang diselenggarakan Kemenhub ini disambut antusias masyarakat, karena membantu meringankan beban ekonomi bagi yang penerimanya. Kurang lebih dua hari sejak informasi program mudik gratis diumumkan, kuota yang tersedia langsung ludes.

Nurmala mengaku bersyukur bisa mendapat kuota untuk mudik gratis bersama 6 orang anggota keluarganya, sebab ia bisa menghemat ongkos mudik. 

Awalnya ia mendapat informasi program mudik gratis dari media sosial, segera ia mendatangi kantor PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sampit untuk mengkonfirmasi. Proses administrasi dan persyaratan pun terbilang mudah, sehingga ia berkesempatan mendapat mudik gratis.

“Pokoknya senang sekali ada program ini, karena bisa mengurangi ongkos mudik. Urusannya juga muda, persyaratan cuma butuh KTP untuk pribadi dan KK untuk yang bawa keluarga. Semoga tahun depan ada lagi,” ucapnya.

Sebanyak 430 pemudik yang mendapat program mudik gratis Kemenhub diberangkatkan bersama 948 penumpang reguler menggunakan KM Lawit dari PT Pelni Cabang Sampit. Keberangkatan penumpang program mudik gratis ini dilepas langsung oleh Bupati Kotim Halikinnor dan Wakil Bupati Kotim Irawati.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, PT Pelindo III Sampit, TNI, Polri, Operator Pelayaran, dan anggota Posko Angkutan Laut Lebaran 2024 lainnya.

Halikinnor menyebut, terlaksananya program mudik gratis di Pelabuhan Sampit ini merupakan bukti sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak mudik.

Program mudik gratis ini tak sekadar program, tetapi wujud nyata dari kepedulian bersama terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam momen penting seperti perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Harga ayam potong di Sampit melejit H-2 Lebaran 2024

“Untuk itu, saya atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kotim mengucapkan terima kasih kepada Kemenhub atas program mudik gratis ini yang merupakan pertama kalinya di Pelabuhan Sampit bekerja sama dengan PT Pelni,” tuturnya.

Halikinnor menambahkan, mudik merupakan tradisi yang positif karena menjadi momentum untuk bersilaturahim dan mempererat jalinan persaudaraan serta merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah akan berupaya membantu masyarakat yang ingin mudik salah satunya mengajukan usulan untuk program mudik gratis tahun berikutnya dengan kuota yang lebih besar. Sehingga, bisa meringankan biaya perjalanan mudik.

Terlebih, menurutnya mayoritas pemudik yang menggunakan kapal laut berasal dari ekonomi menengah ke bawah, sehingga pihak terdorong untuk membantu meringankan ongkos perjalanan para pemudik tersebut.

Disamping itu, ia berencana menyisihkan anggaran dari APBD Kotim untuk memberikan mudik gratis bagi warga pada tahun berikutnya, namun terkait hal ini perlu dikonsultasikan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI supaya tidak menyalahi aturan.

“Tahun ini kita dapat kuota mudik gratis 500 dari Kemenhub, itu tanpa usulan. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita usulkan 2.000, kalau yang disetujui 1.000 saja sudah lumayan,” ujarnya.

Kepala KSOP Kelas III Sampit Capt. Mohammad Hermawan menyampaikan kuota mudik gratis dari Kemenhub melalui Pelabuhan Sampit ada sebanyak 500 orang untuk perjalanan mudik maupun balik.

Namun, ia menyayangkan ada sekitar 70 orang calon penumpang yang mendapat program mudik gratis yang tidak hadir untuk melakukan check in dan boarding, tanpa konfirmasi apapun. Padahal, dengan kuota yang cukup terbatas tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

“Ada 70 orang tidak datang, mungkin karena ada penawaran yang lebih baik, sehingga tidak ada konfirmasi. Hal itu sangat disayangkan. Karena kami berharap program mudik gratis ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

Adapun, total penumpang pada KM Lawit yang diberangkatkan dari Pelabuhan Sampit pada H-2 Lebaran berjumlah 1.418 orang. Waktu perjalanan diperkirakan kurang lebih 24 jam, sehingga para penumpang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sore keesokan harinya.

Baca juga: Bupati Kotim ingatkan pemudik pentingnya persiapan dan kewaspadaan

Baca juga: Gelar open house perdana, Bupati Kotim tunggu kedatangan masyarakat

Baca juga: Puncak arus mudik, Pelabuhan Sampit tetap terkendali


Pewarta : Devita Maulina
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024