Sampit (ANTARA) -
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah bergerak cepat memperbaiki penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Tjilik Riwut yang sempat terbakar pada Selasa malam. 
 
“Kami telah mengerahkan tim untuk memperbaiki PJU tersebut. Insyaallah segera selesai,” kata Kepala Dishub Kotim Suparmadi di Sampit, Rabu. 
 
Diketahui, salah satu tiang PJU di Jalan Tjilik Riwut terbakar pada Selasa 23 April 2024 sekitar pukul 21:30 WIB. Tiang PJU tersebut mengeluarkan api di bagian bawah hingga tengah.
 
Kejadian tersebut pun menjadi pusat perhatian warga dan pengendara yang melintas. Sempat terjadi kemacetan, lantaran pengendara tidak berani melintas karena takut tiang PJU itu roboh dan mengenai pengendara. 
 
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim segera tiba di lokasi dan dalam waktu kurang lebih 10 menit api dapat dipadamkan. Selesai dipadamkan tiang PJU tetap berdiri kokoh. 
 
Terkait insiden tersebut, Suparmadi menjelaskan kebakaran terjadi akibat korsleting listrik dari kabel sambungan rumah tangga atau kabel SR milik PLN yang melintang di Jalan Tjilik Riwut dan mengenai aksesoris atau ornamen Telawang yang terpasang di tiang PJU. 
 
Diduga karena faktor angin membuat kabel tersebut bergesekan dengan ornamen PJU yang terbuat dari akrilik dan lama-kelamaan lapisan luar kabel terkelupas, sehingga mengganggu aliran listrik dan berujung pada korsleting. 
 
“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak PLN, tadi malam petugas PLN sudah memperbaiki kabel dan mengalihkan aliran listrik dari jalur yang mengenai PJU tersebut,” jelasnya. 

Baca juga: Legislator dukung upaya percepatan pemerataan distribusi migas di Kotim
 
Senada disampaikan, Pengawas dari CV Mentaya Geographic Consultindo selaku konsultan pembangunan PJU di Jalan Tjilik Riwut Sampit, Nandi mengaku malam ketika kejadian PJU terbakar ia langsung mengecek ke lokasi, karena PJU tersebut masih di bawah kewenangan pihaknya. Ia pun menegaskan kebakaran terjadi murni karena kecelakaan yang disebabkan korsleting dari kabel SR. 
 
“Ini murni karena korsleting kabel SR yang menyebabkan kabel lampu di ornamen Telawang meleleh, akhirnya ornamen yang dibawah juga kena. Kalau asal apinya memang dari ornamen seharusnya kabelnya habis terbakar, tapi ini hanya meleleh,” jelas Nandi.
 
Sembari menjelaskan ia menunjukan potongan kabel dari ornamen lampu PJU yang lapisan luarnya meleleh. Hal ini sekaligus menampik tudingan dari pihak tertentu bahwa PJU yang dipasang tidak memenuhi standar.
 
Ia menerangkan, lampu yang terpasang di PJU adalah jenis lampu DC yang walau terkena air tidak akan menyebabkan korsleting, berbeda dengan lampu yang umumnya digunakan di rumah-rumah warga. 
 
Lampu DC yang digunakan sudah memenuhi standar untuk digunakan di luar ruangan, sehingga tahan terhadap kondisi hujan maupun terik. 
 
Disamping itu, pihaknya telah memasang Arde atau Grounding, yakni jalur kabel instalasi listrik pada sebuah bangunan yang ditanam ke dalam tanah.
 
“Arde ini berfungsi untuk mengontrol apabila ada aliran listrik berlebih akan langsung masuk ke dalam Arde, jadi tidak akan mengaliri tiang PJU. Sehingga warga tak perlu khawatir,” imbuhnya. 
 
 
Baca juga: Kotim melestarikan kuliner tradisional lewat lomba malamang

Baca juga: Pabrik pakan ikan Kotim siap sediakan produk dengan harga terjangkau

Baca juga: Wabup Kotim kunjungi warga telantar di rumah singgah

Pewarta : Devita Maulina
Editor : Muhammad Arif Hidayat
Copyright © ANTARA 2024